Tampilkan postingan dengan label Berugak Sastra. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Berugak Sastra. Tampilkan semua postingan

5.13.2010

AKhirnya Basyir Pulang..!!

(Oleh Roma Hidayat)
Seorang Aktivis LSM, yang sudah bergeliat banyak untuk bangsanya, bangsa sasak, beliau lebih memelih jadi pekerja sosial ketimbang duduk di birokrasi, gerakan-gerakannya selama ini tealh banyak memberikan andil untuk Lombok Timur, Roma Hidayat pekerja tanpa mencari tanda jasa.
" yaqin"

Basyir (30 tahun) ini bukan yang dikenal orang sebagai Ustadz dari Ngruki . Dia adalah teman sepermainan saya waktu usia 10 tahun dulu. Dia lebih tua 1 tahun dari saya. Setelah 20 tahun pergi, akhirnya, awal Nopember 2006 yang lalu Basyir Pulang Ke Desaku. Sebuah Desa tertinggal, Desa Lepak, Kecamatan Sakra Timur, Kabupaten Lombok Timur, NTB. Saya Pernah berkelahi dengannya dipinggir kolam dekat Pasar, yang kini berubah menjadi Rumah karena sesuatu yang saya lupa sebabnya, dulu sebelum ia Pergi ke Malaysia . Ketika itu, saya masih duduk di bangku kelas 2 Sekolah Dasar.. Di Perkebunan Pasir Logok-Malaysia, dia ditolak oleh taoke, karena masih terlalu kecil untuk bekerja(saat itu usia Basyir 13 th). Untuk Survive, Basyir menjadi tukang cuci bagi Buruh Perkebunan lainnya dengan upah berupa, gratis makan dan minum. Basyir kecil juga sempat mengecap kehidupan Balak kepulauan Riau setelah sebelumnya ditangkap, dipenjara lalu dibuang ke tempat penebangan liar itu oleh Polisi Diraja Malaysia .
Meski Banyak yang seperti Basyir di Kampungku, pergi puluhan tahun ke Malaysia , tak tentu rimba, keberadaannyapun sudah tak banyak dipersoalkan orang, kecuali oleh kerabatnya. Kepulangan Basyir menjadi buah bibir orang Kampung. Semua sudut kampong, bicara tentangnya. Terutama mereka yang kenal dan tahu Basyir, tahu kisah masa kecilnya. Bahkan hari ke-2 kepulangannya, Sehabis Sholat Jum’at, ia secara khusus diminta untuk berbicara di depan jam’ah di Mesjid Al Manar, Mesjid Kampung. Memulai sambutannya setelah puluhan tahun ia menghilang, “saye mohon maaf, tak boleh cakap Indon, ataupun Bahase Sasak (Bahasa Ibunya, Bahasa Lokal)…Untuk adik-adik, Perkenalkan Nama Saye Basyir, orang kampong sini”…Ungkap Basyir. Sesekali ia mengutip dan berbicara dalam bahasa Inggris dengan fasih. Dan sambil Basyir melanjutkan Sambutannya, Orang-orang yang tak mengenalnya (terutama mereka yang berusia dibahwah 30 tahun), tak tahan untuk bertanya pada sesiapa saja yang dianggap kenal dengan Basyir, siapa dia sebenarnya.
Meski peristiwa perkelahian tempo dulu di pinggir kolam itu adalah interaksi terkahir saya dengan Basyir. Tak sedikitpun dendam yang tersisa ketika saya berjumpa kembali setelah dewasa kini. 20 Tahun kami berpisah. Gaya Bicara, wawasannya, pengalaman-pengalam annya, pandangannya terhadap Politik Nasional dan Internasional membuatku kagum padanya. Karena Ia tak tamat SD, hanya sampai kelas 4 saja, dan masa kecilnya adalah kumpulan duka mencari kasih sayang orang tua. Sebuah masa kecil yang akhirnya mendorong ia untuk mengembara sampai ke negeri Seberang (dan baru setelah 20 tahun, ketika bertemu dengannku, Basyir tahu yang dilakukannya itu adalah Migrasi Undoccumented dariku). Dan menurutku, semua orang harus belajar pada Basyir, bagaimana tumbuh menjadi manusia yang bijak, meski datang dari masa kecil yang lebih merupakan potret penyiksaan terhadap anak, penuh dengan pukulan-pukulan. “Dulu ketika masih kecil, hampir semua orang yang saya sebut sebagai Bapak, Paman, bibik, kakek dan kerabat lainnya pernah memukul saya” tutur Basyir. Saya tak tahu sebabnya, mungkin saya nakal atau mereka mau mendidik saya, lanjutnya.
Saya masih faham Bahasa sasak, tapi tak boleh ucapkannya, sergah Basyir pada sebuah siang, ketika saya mengajaknya ke rumah. Kekagumanku makin bertambah ketika ia mengeluarkan sebuah ID card (Kartu Tanda Penduduk, KTP) Malaysia . Rupanya dia telah menjadi warga Malaysia (sayapun, entah karena apa, tidak memberitahunya, aturan hokum di Indonesia yang mengatur soal kewarganegaraan) . Saya terhipnotis, sesekali menyeka air mata, mendengar tuturnya. Ceritapun mengalir dalam bahasa Melayu, Bagaimana Pengembaraan Basyir kecil yang terobsesi untuk mencari sosok Ibu sampai ke Malaysia . Satu kalimat yang sangat menyentuh perasaanku sebagai Manusia adalah cerita menjelang hari-hari ia memutuskan untuk ikut rombongan perahu kayu mengembara ke Malaysia . ketika saya ingin lari dan sembunyi, mencari keamananan dan kenyamanan, dari cubitan, pukulan rotan, jeweran di telinga, jambakan di rambut, makian serta himpunan sumpah serapah dari Bapak dan keluarga Bapakku, saya lari dari rumah mencari kasih sayang ibu, tapi setelah bertemu Ibu, saya berfikir, bahwa apa ini ibu saya atau saya mungkin bukan anak dari Ibu ini, karena hal yang sama saya dapatkan disana. Tapi mungkin itu psikologi orang yang bercerai, jawab Basyir Sendiri mencoba menerka apa yang sesungguhnya terjadi dulu padanya.
Sayapun larut dalam kenangan tentang Basyir kecil. Semua orang di Kampungku dulu, tahun 80-an, menjadikan Basyir sebagai refresensi untuk “mendidik” anaknya. Apa kamu mau seperti Basyir ???. Pernah, ketika kami asyik bermain perang-perangan di kebun pinggiran Desa, Bapaknya datang membawa rotan dan menyeret dia didepan kami, sepanjang jalan Basyir dipukuli, tapi Basyir tak menangis (setelah saya bertemu kembali 20 tahun kemudian, baru saya tahu kenapa ia tak menangis, Tangisan saya tak ada gunanya, bahkan akan memperkeras pukulan rotan itu dibadan saya, untuk itu saya hanya memusatkan fikiran pada Bidadari di Sorga sebagai ibu saya tuturnya). Pernah juga, Basyir jadi tontonan kami, anak-anak kampong, dari pagi sampai waktu Ashar, Basyir diikat berdiri, kaki dan tangannya diikat, dan lehernya diikatkan ke tiang yang melintang menyangga atap rumah (Lampen, sasak) dengan tali plastic berdiameter 10 mm warna biru yang biasa dipakai untuk mengikat Sapi waktu digembala, dan kenangan lain tentang Basyir yang dicambuk.
Terlalu banyak alasan untuk memukul Basyir kecil oleh bapaknya, tidak mencabit rumput, tidak mencari kayu baker, terlambat mengandangkan kambing, terlambat pergi mengaji, nakal, rakus. Tapi saya tak dendam ataupun sakit hati, saya hanya berharap tidak ada anak, apalagi anak saya mengalami hal yang demikian, tekadnya. PAda tanggal 25 Nopember kemarin, Basyir “pulang” lagi ke Negeri Jiran. saya tak tahu apa yang mau saya kerjakan di Sini, saya tak ada lahan, tak ada keterampilan, Ringgit yang saya bawapun tak banyak, setakat harga tiket round trip, katanya. Sempat ia berkonsultasi dengan saya masalah hokum warisan. Tanah yang mestinya menjadi warisan Ibunya dikuasai seluruhnya oleh Pamannya (Adik Pria dari Ibunya yang bernama Nurman). Kakeknya telah meninggal, ibunya adalah anak sulung dari 4 bersaudara (3 perempuan dan 1 pria). NAmun semua warisan dikuasai oleh sang Paman, karena dalam adat Sasak, Perempuan Bergantung pada pria. Jika Saudara Prianya menghendaki, maka ia akan diberi bagian warisan, dan sebaliknya. Saya beritahu Basyir, bahwa Indonesia punya hokum soal warisan tersebut dan ia dapat memperoleh hak berupa tanah dari bagian Ibunya. Awalnya ia bersemangat, tapi setelah saya katakan bahwa proses hokum Indonesia soal warisan tadi bisa memakan waktu sepuluh tahun dan dengan biaya tinggi jika kita masuk ke Pengadilan. Ia akhirnya memutuskan untuk mengikhlaskannya, mungkin hidup saya memang di Malaysia ungkapnya. Tapi kali ini tak seperti kepergiannya pada tahun 1987 yang lampau, kini ia pergi sendiri memakai Pesawat Terbang Via Bandara Selaparang dalam sosok Pria Dewasa yang memegang dua kewarganegaraan, jelas alamat yang dituju, yaitu orang tua angkatnya di Malaysia sana.
Sebelum ia pergi, Basyir meninggalkan pesan pada saya, 1) jika engkau hendak menulis kisah Basyir, maka tuliskan itu dalam bentuk gaya bertutur Aku, 2) Suatu masa nanti saya akan balik Kampung lagi. Nah, tulisan kisah Basyir sedang saya garap, dan yang kini sedang anda baca adalah prolog dari kisah itu.
Seperti yang dituturkan Basyir…

Read More......

4.13.2010

Pentas Teater Keliling 3 kota Lotim, Loteng dan Kota Mataram,


Sekolah Menengah Kejuruan,(SMK Negeri 1 Selong) terus mengembangka bakat dan minat peserta didik dengan berbagai macam kegiatan ekstrakurikuler salah satunya Seni Teater.
Kegiatan Seni teater di SMKN 1 Selong, terus mengalami kemajuan, dibuktikan dengan pentas keliling 3 kota Lotim, Loteng, Kota Mataram yang dimulai dari pementasan perdana di Aula IAIN Mataram pada malam minggu tanggal 10 April 2010. Lakon yang dipentaskan adalah lakon CALIGULA karya, Albert Camus.
Menurut Pembina Seni Teater SMKN 1 Selong. L.A. Yaqin sekaligus sutradara tim produksi pentas tahun ini, bahwa lakon CALIGULA, adalah drama filosofis yang ditulis Camus karena keprihatinannya pada situasi Perancis pada saat itu. Caligula adalah seorang pangeran yang menjadi sadar setelah kematian Drusila, adik sekaligus kekasihnya, bahwa dunia ini tidak memuaskan (!)
Akhirnya ia sadar bahwa kebebasannya selama ini bukanlah kebebasan yang benar. Dia menentang persahabatan dan cinta, solidaritas, kebaikan dan kejahatan. Dia selalu memaksa orang lain untuk bersikap logis. Ia sangat destruktif! Orang tidak dapat menghancurkan sesuatu tanpa menghancurkan dirinya sendiri. Oleh karena itu, Caligula mengosongkan dunia sekelilingnya dan berpegang teguh pada logikanya sendiri.
Caligula adalah kisah seorang petinggi negara yang dibunuh oleh kekasih simapanannya, Casonia demi mempertahankan kodrat seorang wanita, walaupun Casonia mencintainya begitu dalam. Inilah kisah tentang kesalahan paling manusiawi sekaligus paling tragis. Caligula beranggapan bahwa orang tidak akan bebas tanpa mengorbankan dirinya sendiri . sedangkan Casonia harus membunuh untuk perjuangan dirinya dan kaum hawa yang lain..(!)
Dengan para Pemain : Jihad Bomb2. Ira, Fian, Lili, Nana. Ely Crew Panggung : Bagus, Zandi, Instrument Musik : Hamzanyani,
Menurut L.A Yaqin pementasan ini dihajatkan untuk mengembleng mental dan membuktikan mereka memiliki bakat yang terpendam yang harus ditunjukkan disamping itu teater mengajarkan suatu tim yang solid dan tingkat disiplin yang sangat tinggi, sebab jika salah satu dari aktor yang melakukan kekeliruan akan berakibat patal pada totalitas pertunjukan.
Pementasan dalam lakon Caligula ini, berbeda dengan pementasan biasanya karena pementasan kali ini mengambil style pementasan ala Turki, menggunakan banyak teaterikal dan gesture-gesture.
Kepala sekolah SMKN 1 selong sangat mendukung segala bentuk kegiatan siswa-siswi terutama pada kegiatan pentas tahun ini dan disekolah-sekolah juga sangat penting ada kegiatan seni teater untuk mengasah kearoganan menjadi kelembutan, kelembutan menjadi kasih sayang,dan saling pengertian, “ Pablo Picasso mampu mengilhami dunia dengan lukisannya” kenapa tidak kemudian Seni teater mampu menjadi ruang ekpresi untuk mengembangkan bakat dan minat mereka di sekolah. ungkap L.A. yaqin.




Read More......

3.13.2010

ZIKIR BATU

Zikir batu
Mengembang
Bagai sangkakala
Yang tak berperih,
Bagaimana zikir bisa menmbus langit
Sementara langit hati kita
Semakin gelap.
Bagaimana siraman cahaya masuk sementara kita
Tak pernah menyiram diri
Bagaiman pesan bisa kita dengar sementara
Kita tak pernah bisa berpesan untuk diri kita..
Bagaimana hakekat bisa kita tembus
Sementara syariat adalah bulan-bulanan
Bagaimana kita menembus sorganya Tuhan
Sementara kita tak pernah ciptakan sorga untuk diri kita.
Zikir batu
Mengkristal
Pada kebohongan
Wajah, kata, perbuatan

Bagaimana
Bisa menjadi embun yang tenang
sementara kita tidur dipadang sahara

zikir batu
zikir batu
zikir batu
bagai riak suara jahanam.



Selong, Dalam kelas 2 februari 2010



Read More......

12.16.2009


GELAP

GELAP
GELAP
GELAP
PANDANGAN KU GELAP
GELAP
GELAP
FIKIRAN KU GELAP
GELAP
GELAP
SUKMA KU GELAP
GELAP
MEMBUAT KARIKATUR
MENTIRANI EMPUK BADAN KOTOR BERLUMPUR
SAAT KURSI PUTIH TERCORENG MORENG
LALU MENGEJA HARI TANPA MAKNA
BERUJUNG PADA KALKULASI IMBALAN TANPA JASA

BERBUAT UNTUK MEMBUJUK,
BERBICARA MEMPENGARUHI
BERJALAN DALAM NAFSU DAN EMOSI
HINGGA WAKTU BAGAI MENANGIS DAN TERTAWA

DAN KITA CICAK-CICAK TU….
TERUS MENANGIS DAN BUNGKAM MELIHAT
BUAYA BERTELANJANG BULAT
MENABUH GENDRANG, BERDANSA EROTIS
HINGGA KELAMIN KITA NGENTOL-ENTOL

BUAYA-BUAYA ITU LINGGANG LANGGANG
COTEH SONO SINI
CORET KIRI KANAN
BERENDEL DALAM, LUAR
PERKOSA BAHASA DAN ARGUMENTASI
DEMORALISASI HUKUM-HUKUM.
MENCORENG BENDERA KEBANGSAAN


CICAK BISA APA?
CICAK GAK BISA NGOMONG…HEEE
SEMERAUT FIKIR KITA

LEBIH KITA MENGHISAP JANJA
LALU MABUK-MABUK TERUN DISAPAL
KARENA KITA CICAK TAK ADA YANG PEDULI
KITA SELALU INGIN DI MAKAN OLEH BUAYA-BUAYA

CICAK SEKARANG SUDAH CERDAS TOKE…
CICAK SEKARANG TIDAK BISA DI CICAK..



Pojok Kamar Juang
17 oktober 2009


YAQON SAKRAL PATI







Read More......

11.23.2009

GELIAT RASA

Betap rasa itu menghampiri setiap saat, sampai aku tidak bisa membedakan mana logika dan rasa yang aku alami,
Ketika kembali,bagai ter asa membeku segala raga,kaku mengkristal, bahkan pengawet yang tak tersentuh rasa sakit, engkau begitu menyeherku, BUNGA. Aku tertelikung oleh rasa yang menyeherku, menyeret, mengabaikan segala lelah raga, untuk berpeluk sukma denganmu,
Aku begitu terseret, bahkan aku tidak sadar ketika aku menunggangi burung garudaku pulang, kenapa aku begitu terjatuh pada lubang itu, aku belum bertanya pada orang, aku juga belum siap melakukan konseling pada psikologku, sebab aku akan bercerita lain dari pada yang lain tentangmu, dan membuat siapapun terkesima dengan ceritaku, kalau ada gadis diseberang gunung yang mengangkang aku lewati, dan berkedaraan dengan gagak tua, berdiri diatas puting susu pusuk dari sana aku memandang keindahan yang tak pernah aku temukan ditempat lain,,,0hhhh wisata pusuk, kau sangat perawan ketika kau mengangkang didepanku.
Keindahan alamnya, dan keindahan penghuni yang yang tersenyum ramah, aku senang jalan kebali, tapi dibali tidak ada Lombok, ketika aku sampai di tanjung aku temukan bali dan Lombok berdampingan, betapa murahnya Tuhan memberikan ari-ariku ditanam dilombok. Dan sampai sekarang pasangan ari-ari itu masih kucari, entahlah kemana pasangan itu ditanam.


Samapi sekarang aku masih mencarinya. Ketemukan satu, apakah dia pasangan ari-ariku?kenapa aku bisa jatuh kelubang cinta, ketika aku memandang matanya yang bulat, hidungnya bagaikan gunung pusuk, bibirnya mengkristal tanpa polesen lipstick, lehernya jenjang tubuh dicarik,oh…air ditelan tampak terbayang setiap yang memandang semuanya sayang.
Kau SRINATI, menyebut namamu aku bagaikan hidup ratusan tahun yang silam, mengikuti sayembara para pendekar untuk bisa mendapatkan ciuman hangat dari SRIKANDi, kau Srikandi yang hidup kembali, untuk siapa? Apakah untuk para raja? Tidak aku bukan raja aku wong cilik yang mempunyai cinta menmbus langit, bukan dengan mahkota bertabur bingkn mengtang, tapi dengan rasa bertabur cinta padamu. WAHAI SRIKANDI…..tersneyumlah padaku dari sebelah gunung yang mengangkang itu.
Kau SRINATI, tubuhmu hangat, tidak panas, bau badanmu murni walau kau tidak mandi, ku tahu itu sejak asma’-asma’ku mengembang untuk mengenalmu.
Entahlah, kau berfikir apa tentangku sebab kau tidak pernah berbicara terlalu panjang tengtang ku, kau mengenalku, sejak dulu tapi kau tidak tahu siapa, pasti kau pernah berfikir seperti itu, tapi yakinlah seperti namaku, sangkaanmu itu, tentangku,
Wahai srinati betapa aku mencintaimu,
Wahai srinati betapa aku mencintaimu,
Wahai srinati betapa aku mencintaimu,
Wahai srinati betapa aku mencintaimu,
Wahai srinati betapa aku mencintaimu,
Wahai srinati betapa aku mencintaimu,
Wahai srinati betapa aku mencintaimu,
Tapi pada cinta itu, aku tidak berani mengikatmu, sebab kau telah menjalin janji dengan orang lain, betapa aku tersadar itu, walau aku sangat mencintaimu, tapi aku akan bahagia, karena telah bersamamu,
Wahai srinati, jika aku sudah tahu ujungku kemana, maka aku siap melamarmmu, tapi aku belum melihat itu sama sekali, aku masih buta, tenntang pertemuan dimana aku dan kamu bertelanjang bulat diatas permadani yang akan aku beli dari hasil keringatku sendiri.
Kamu juga berfikir seperti itu mungkin….. jawablah….dinda…jawablah dinda….!!!!

Aku sepakat dengan kata mu kita jalani ini bagai air mengalir, walau aku tidak tahu maksudmu air mengalir itu, tapi aku mensepakati itu.
Aku mencintaimu, tatapi kenapa aku merasa, kalau kau akan menjadi milik orang lain bukan milikku, hal ini yang membuatku menangis, menangis membenci diri, kenapa aku tidak segera menagmbilmu, kenapa aku tidak punya keberanian untuk hal..!! apakah karena orang itu yang setiap saat memberikan nasehat, kau jangan terlalu cepat berkeluarga….nak!!! setiap hari hampir ku dengar itu,,,,,
OH…..TUHAN….
AKU INGIN BERTERIAK DARI SEMUA ITU,
TUHAN,, KAU TAHU SEBAB KAU YANG MENGUASAI RASA ITU.
Tapi, wahai bungaku…..aku mencintaimu…


Read More......

9.04.2009

PEREMPUAN RUSUK DUA


(as the former sasak woman)
[Ahad, 22 Agustus 2009. pojok kamar yaqin]
Mengembang nalar hayal ku saat membaca novel salman faris dan eva nourma ini, sungguh bagai aku melihat hal yang nyata didepan, dibalik hal yang sangat imaji, autornya sangat pandai mengotak atik kata untuk mengambarkan karakter masing-masing, terlebih lagi terasa sangat dekat karena itu ada dibangsaku, bangsa sasak yang tak pernah lapuk karena mentari, dan tak pernah luntur karena guyuran hujan, bangsa sasak bangsa yang menampilkan apa adanya, bukan dipoles tidak dimanipulasi “jamak-jamak doang” karena begitu yang aku lihat.
Dalam novel Perempuan Rusuk Dua, mengambarkan kekuatan seorang perempuan sasak yang terlukis bagai gunung rinjani yang mengangkang dan dijaga keperawanannya oleh alam dewi anjani, tidak bisa tangan jahil merusak keperawanannya, tidak bisa didaki oleh mereka yang tidak punya niat tulus, konon ceritanya, kalau orang mendaki dengan niat buruk maka tidak bisa sampai dipuncak rinjani, begitu juga tidak bisa mandi disegera anak yang dipercaya mempunyai seribu macam khasiat.
Begitulah gambaran Zippora yang dilukiskan salman dan eva, Zippora perempuan cantik yang berasal dari keluarga berpendidikan bapaknya seorang professor kemudian dia dinikahkan dengan seorang bangsawan yang mengaku diri bangsawan sasak tulen, sungguh pernikahan ini diluar dugaan Zippora,padahal zippora sudah menjalin cinta dengan anak yang menjadi cleaning service dikampusnya, sungguh kalau dilihat dari pacarnya Zippora jelas-jelas ingin menunjukkan dirinya sebagai perempuan yang merdeka padahal siapa yang tidak mau dengan ke cantikan Zippora dan berasal dari keluarga terpandang karena pendidikan orang tuanya.
Tapi Zippora harus bertekuk lutut pada perjodohan yang disepakati orang tuanya, dan zippora menuruti kehendak orang tuanya walau seribu rasa penolakannya, tapi demi kebahagian orang tuanya, perempuan tulen sasak harus bertemu dalam satu shadat dengan lalu ginawang, yang digambarkan karakternya seorang yang sangat piodal dengan gelar kebansawanannya,
Setelah berpuluh tahun Zippora menikah dengan lalu ginawang dan tidak pernah zippora merasa bahagia terlebih dari sikap lalu ginawang yang selalu menunjukkan sikap kebangsawanannya, semua urusan rumah tangga diatur oleh lalu ginawang, hal itulah yang membuat zippora tidak pernah menemukan dirinya, menemukan kebahagiaanya, tapi demi menjaga perjodohannya dia rela menahan semua gejolak jiwanya yang ia telan sendiri, pada puncak perlawanannya dan kebosonannya Zippora mengusulkan dirinya langsung melaksanakan program yayasannya yang kebetulan didanai oleh suaminya dan tidak sedikit berasal juga dari orang tua zippora, program yayasanya focus di serewe, kemudian disana ia bertemu dengan Gersom Midian, seorang pekerja LSM, seorang pekerja sukarela demi mengangkat harkat masyarakatnya memberikan pemahaman tentang hak-hak mereka, karena pada saat itu di serewe sedang terjadi banyak sengketa tanah, yang diambil secara paksa oleh mereka yang mengangap dirinya berkuasa, hal itulah yang gersom perjuangkan supaya masyarakat berani mengatakan apa yang di mau,sosok gersom sangat disegani oleh masyarakat serewe karena ia sangat dekat dengan mereka.
Kemudian hadirlah Zippora sebagai patner kerja Gersom, banyak masyarakat yang mengangumi kecantikan zippora, dan di serewelah Zippora benar-benar menemukan kemerdekaan dirinya, dia bergaul dengan masyarakat sambil didampingi oleh Gersom, pada akhirnya Gersom dan Zippora bertaut hatinya, Zippora seorang yang sudah bersuami dan Gersom Sorang yang masih lajang, tapi zippora sendiri memberikan rasa itu mengalir kepada gersom karena hanya diwajah gersom dia melihat laki-laki sasak sejati yang telah mengajarkannya banyak hal tentang kemerdekaan dirinya, Gersom juga demikian dia melihat, Zippora sebagai perempuan sasak sejati yang sangat kuat ingin menemukan kemerdekaannya,kemudian pergumulan cintapun terjadi antara mereka, ia melawan takdir,demi cinta mereka, ia memperjuangkan cinta untuk kemerdekaannya bukan atas dasar cinta yang sempit, Zippora masih menjalin hubungan yang sah dengan lalu ginawang walau berpuluh tahun sudah menikah tapi Zippora masih terjaga keperawanannya karena Lalu ginawang memiliki kelainan sek, sering zippora dipaksa untuk mengikuti nafsu seksual lalu ginawang yang membuat Zippora sangat sakit.te
Satu ungkapan Gersom mengambarkan kesadaran dirinya “ aku tidak berfikir soal salah dan benar, Zippora. Karena kamu takdir. Kita adalah satu jalan kemestian. Kita tidak berdiri antara suku dan agama dalam soal cinta. Karena hati tidak pernah mengajarkan dusta”

Kemudian dijawab oleh Zippora ;”kenapa kamu masih bicara salah dan benar ? aku mengira kamu telah melupakannya sejak kamu menciumku pertama kali. Kamu tahu artinya itu Gersom? Tidak mudah melakukan itu padaku, kepada perempuan bersuami, tapi saat ciuman itu aku bertaruh pada diriku sendiri, apapun akhirnya aku merasakan cinta..”
Jelas betul kesadaran gersom ditengah perjalanannya dengan zippora ia pernah berdo’a “ aku seperti tidak melakukan kesalahan Tuhan. Untuk salah satu perempuan tercantik yang pernah kau ciptakan, apa yang tidak mungkin dari seorang aku? Bahkan dosa pun terasa surga. Namun jika kau nilai ini kesalahan, janganlah ia sebesar kesalahan yang kau bebankan kepada laki-laki yang telah membuatnya teraniaya. Tuhan aku ingin memertanggungjawabkan hubungan ini dihadapanMu atas nama cinta, dan pembelaanku atas keindahan yang kau ciptakan. Dan dibalik semua itu, aku mengalami hal yang berat. Kenapa mesti pada perempuan terindah itu, yang sudah terasuki surganya oleh orang yang berbeda, aku membuktikan aliran darahku kepada gumi tempat kau lahirkan aku, aku bergantung padaMu, tuhan atas dasar kesalahan dan kebenaran. Karena dalam hal ini aku tidak mengenal dan mengetahui keduanya. Yang kutahu, hanya aku sedang memberikan pembelaan.(perempuan rusuk dua :436)
Rianti adalah tunangan gersom seorang keturunan cina Lombok, yang belajar menjadi orang sasak dari gersom. Rianti ingin menjadi cina local bukan cina semarang, dia bangga dengan orang tuanya yang berjuang sendiri yang tidak membagakan dari mana muasal ia dating, hal itulah yang yang membuat tekad rianti makin kuat untuk menjadi cina Lombok,




Read More......

5.26.2009

Laskar Pelangi Sebuah Bahasa Verbal Anak Bangsa


Tiga kali, aku terhenyak kagum, terharu menangis,terpana terpesona, dengan kisah yang meyulap jiwa menjadi semangat yang membara, siapa yang menontonya pasti merasakan hal yang sama,dengan mengajak hatinya berbicara, aku bukan bagian dari mereka, bukan juga seperti nasib mereka, tapi film ini, mengajakku menari-nari menggapai impian dalam nostalgia masa lampu. laska rpelangi telah meyeherku, mengajak imajinasi berhayal akan sebuah kondisi yang lebih cerah, aku merasakan sentuhan yang amat dalam, rintahan tajam, tangisan sepi yang histeris,melengking dalam jiwaku saat berulangkali menonton laskar pelangi,sekilar tentang novel ini,Laskar Pelangi adalah novel pertama karya Andrea Hirata yang diterbitkan oleh Bentang Pustaka pada tahun 2005. Novel ini bercerita tentang kehidupan 10 anak dari keluarga miskin yang bersekolah (SD dan SMP) di sebuah sekolah Muhammadiyah di pulau Belitong yang penuh dengan keterbatasan. Mereka adalah:

1. Ikal
2. Lintang; Lintang Samudra Basara bin Syahbani Maulana Basara
3. Sahara; N.A. Sahara Aulia Fadillah binti K.A. Muslim Ramdhani Fadillah
4. Mahar; Mahar Ahlan bin Jumadi Ahlan bin Zubair bin Awam
5. A Kiong (Chau Chin Kiong); Muhammad Jundullah Gufron Nur Zaman
6. Syahdan; Syahdan Noor Aziz bin Syahari Noor Aziz
7. Kucai; Mukharam Kucai Khairani
8. Borek aka Samson
9. Trapani; Trapani Ihsan Jamari bin Zainuddin Ilham Jamari
10. Harun; Harun Ardhli Ramadhan bin Syamsul Hazana Ramadhan

Mereka bersekolah dan belajar pada kelas yang sama dari kelas 1 SD sampai kelas 3 SMP, dan menyebut diri mereka sebagai Laskar Pelangi. Pada bagian-bagian akhir cerita, anggota Laskar Pelangi bertambah satu anak perempuan yang bernama Flo, seorang murid pindahan. Keterbatasan yang ada bukan membuat mereka putus asa, tetapi malah membuat mereka terpacu untuk dapat melakukan sesuatu yang lebih baik.



Read More......

5.03.2009

Lagu Garuda dengan Sasak

Pagi itu,betul-betul stress gak tahu apa yang harus dikerjakan,akhirnya sambil ngidung-ngidung bare-bare mauk te inspirasi lalo jok balen pembayun berajah nembang,wah...ampuk mauk te lagu..lagu garude..sak tepiak sik mamik sak leman lengkok laki,,,lagu inilah yang membuat pembayun NTB menang di jakarta pada perlombaan pembayun.memang betul kalau lombok tidak punya kitab mahaberata, Ramayana..tapi Sasak punya lelakak dan kekayak yang tidak akan pernah selesai ditulis....

Garuda Lambang Negare
Laik Negare Republik
Sik Berdasarkan Pancasila
Bekode Lime Jari Ciri
Tengak Dadene Berindit
Isik Bintrang, Banteng, Lolon Bonut
Padi Kapas Rantai Jari Kode
Iye Sino Jari Cermin
Lek Selururh Rakyat Indonesia

Bhineka Tunggal Ika
Dari Sabang Sampai Maroke
Lek Selururh Wilayah Nusantare
Telung Dase Telu Provinsi
Garude Memegang Kaki
Lembar Elongne Arak Baluk
Lat Keletekne Pituk Olas
Otak Ne Tegak Pasti
Keloek Sisik Ne Arak Empat Pulu Lime

Jakarta Pusat Perkumpulan
Saking Mance- Mance Negari
Lek Seluruh Wilayah Nusantare
Ane Hingkang Dadi Mantri
Ane Malik Dadi Peraksi
Anaring Jakarta Puniku
Iku Jalarane Tangguh
Tak Bise Goyah Gayih
Panpuniko Ka Agunggane
Bineka Tunggal Ika.




Read More......

11.24.2008

AKU DAN KEGELISAHAN


ketika kegelisahan dan aku bersenggama dalam sukma yang tak ter-erai dalam fikiran kusut kemudian dituntut dengan berbagai kondisi, kondisi tersebut adalah kondisi masif yang dibuat oleh segelintir jahannam jaddah. ya jahannam jaddah yang menelingkungi otak, fikir-n, hingga tersu berdarah daging dikepala kita..dalam kondisi tersebut aku dan kegelisahan terus menanjak walau aku tak menemukan ujung pangkal dari semuanya...
aku...
tak lepas dari aku...ku..ku
aku tak lepas dari selimut ke akuan/..kukuku
aku tak terlepas dari bayang=bayang yang menjadi karikatur pada ke akuankku...
aku...bersama kegelisahan ini..
adalah liku-liku kecil dalam selangkangan jiwa
aku adalah bisul kecil dalam kemaluan yang perih
aku adalah kegelisahan itu...
kegelisahan yang membuat ku ada hari ini tuk berpijak menjemput mentari.....




Read More......

8.29.2008

SAJAK TUNGGAL

SAJAK TUNGGAL
1
bukan pertama
tapi utama
1
bukan angka
tapi makrifat
1
bukan paling kecil

0
bukan tidak berangka
tapi
0
tak dapat dihitung dengan angka………




Read More......

8.01.2008

KARIKATUR


Terlalu rumit untuk dipecahkan
Terlalu sulit untuk dibaca
Karena ia benang kusut
Yang merangkai jiwa dan pikiran
Dan tidak bisa disadari sebagai sebudah kesadaran
Tapi apakah ia akan terus seperti itu......?
Tidak,, aku.......tidak ingin.........
Tapi bagaimana kau membacanya?

Bukankah karikatur itu adalah bayanganmu?
Bukankah karikatur itu adalah refleksi dari jiwamu?
Ya......kesadaranku memang mengatakan demikian
Tapi kesadaran tak bisa membuatku bertelanjang kalau itu bukan aku dan
Karikatur itu juga masih menjadi hal misterius
Walau ia melekat dan selalu bersama bayangan ku
Karena arah angin berhembus
Ia bergandengan dengan tanganku dan mengajakku berlari kesamudra yang tak bertepi
Saat ombak menghantam, ombak tak surut
Lalu tersadar saat itu aku bukan diriku......
Lalu kemanakah aku ?
Apakah ia terhanyut dalam samudra itu sebelum ia bertepi.....?
Atau malah tak sampai pada tepian samudra itu....?
Karena ia karam lalu mati
Bisa saja terjadi demikan bukan......?
Hingga pada kematianpun.......
Karikatur belum terurai juga......



Lalu kapan masanya......?
Benarkah karikatur itu adalah diriku ?
Atau dia wujud dari orang lain?
Atau bayangan maya yang mencoba melesat.....
Pada diriku dan mencoba menjadi aku ?
Lalu aku terperangkap, terjebak dalam jejaring karikatur itu ...
Hingga membuatku lunglai dimimpi sabana
Sekali lagi........apakah dia adalah karikaturku......
Kalau ia, kenapa aku tidak mampu mengurainya....? ada apa ini ?
Atau sengaja aku ditakuti dan menakuti bayanganku ku sendiri .....
Entahlah karena kesadaran itu belum sempat bisa aku senggamai.....
Kalau memang ia itu adalah karikaturku
Aku tak ingin memaksakan hal pada orang lain untuk memahami aku...
Lalu membuat orang akan terjebak pada karikatur aku....
Cukup....aku yang menyelaminya
Dan bersenggama dengannya
Tanpa seorang tahu bahwa itu....aku
Dalam karikatur sendiri....

2
karikatur itu tak berwajah
makanya ia hadir selalu pada saat kesadaran akan diri kita datang,
ia menjelma tak pasti, kadang ia bisa datang ditempat sepi, ramai atau ditempat kelabu dan ditempat suci
karikatur itu juga hadir saat kita sedang mengalami berhadapan kegalauan yang sulit kita pecahkan
kadang juga kita sadar tak selamanya itu adalah bayangan kita
karena dia adalah kegalauan, dan kecemasan pada jiwa yang cadas dan tandus
karikatur itu juga bisa karena kecurigaan pada diri sendiri......
atau memang ia melesat ke kita karena kita tak mampu mengeja diri ....
tapi aku tak usah terlalu mengejanya...
karena bukan hanya aku yang punya karikatur ....
tetapi...
kamu dan mereka juga punya...
tapi jarang ia tersadar dan melihat karikatur itu...
barangkali kita terlalu bodoh atau kita memang sangat pintar
atau juga kita terlalu sibuk hingga kita lupa eksistensi kita...
entahlah aku tidak berani mengatakan itu benar atau salah
karena kita mempunyai cara berbeda untuk mengeja diri kita

Read More......

6.05.2008

Rintihan Tajam

RINTIHAN TAJAM
Sepuluh kurang tiga puluh menit
Sembilan lebih tiga puluh menit
Dalam hitungan waktu
Hati ku berduet
Sukma ku menggema
Aura ku mekar
Tuk ucapkan kata yang
Tak lahir dimulut tapi menjadi rahim
Hingga zigot-zigot kecil
Itu belajar menangis
Sebelum keluar dari rahim,

Tak apa…. bila ku bersuara
Sebab darah telah jadi getih
Tuk ku cicip setitik madu
Aku punya hak untuk merasakan hal yang sama


Untuk mengulangi lembaran baru
Yang tercincang tahun lalu
Karena pemerkosaan hati
Yang tak kunjung berhenti
Aku ingin merdeka
Dengan mencatat lembaran baru
Satu tahun aku tak merengguk mawar merah
Karena cadas oleh mawar berduri
Satu tahun aku tak bermimpi indah
Karena dirusak oleh seyum belati

Satu tahun aku tak merasakan hari ku yang 20 tahun
Satu tahun kegamangan,kegelapan bersahabat,lebur senggama
Dalam rakit jiwa-jiwa yang cadas
Satu tahun waktu yang lama
Bagi yang Hidup diatas sabana
Bakar kering,memuntahklan benci

Satu tahun jangan…. jangan dikalkulasikan
Apalagi dihitung dengan rumus aljabar
Sebab satu detik akan sudah jadi
Tapi ……….
Satu tahu dalam perjalananku
Tak pernah bermimpi untuk percaya pada bidadari
Satu tahun dalam hidupku tak mendambagakan bunga lagi

Satu tahun hidupku bagai taman sepi
Bunga itu tak hidup pada pijaran mentari
Mawar itu tak mekar pada tetesan embun
Hingga tamanku tak lagi menanti tapi mati

Satu tahun……
Tamanku selalu menerima orang-orang
Buangan yang tak pantas aku terima
Taman itu telah berlabuh dosa
Hingga ia berusaha merangkak jemput cahaya terang
Sebagai pijar untuk jemput mentari…..

Mentari aneh…..
Tidak terbit pagi hari
Tapi ia mekar 12.30 malam suci
1-30.
Dalam bulan suci, tahun suci

Read More......