11.08.2016

TIMBAL BALIK DAN UMPAN BALIK OPINI LIGA SANTRI NUSANTARA




Read More......

2.02.2015

STUDI BUDAYA PRODI BAHASA INGGRIS FKIP UGR DI DESA ADAT SADE

Minggu, 25 Januari 2015

Fakultas keguruan dal Ilmu pendidikan (FKIP UGR) Prodi bahasa Inggris melaksanakan Studi Budaya di Desa Sade Lombok Tengah, yang diikuti oleh 25 Mahasiswa dan didampingi oleh 2 Dosen. Tujuan pelaksanaan kegiatan tersebut untuk menyelesaikan tugas mata kuliah english for tourism. selain itu, kegiatan tersebut sebagai ajang memetakan dan merencanakan promosi pariwisata di Nusa tenggara Barat. dalam kegiatan tersebut mahasiswa sudah disiapkan dengan instrumen yang akan diisi sesuai kondisi lapangan yang ditemukan, sehingga dari data yang didapat mahasiswa mampu memberikan solusi yang solutif untuk pembenahan destinasi wisata di Nusa Tenggara Barat. setelah pelaksanaan studi budaya ini, Mahasiswa berkewajiban untuk mempublikasikan objek wisata yang dikunjungi kedalam blog pribadi mahasiswa.

Read More......

1.12.2014

Menatap Masa Depan Indonesia

Gendrang pergantian tahun sudah ditabuh, suaranya hingga pelosok-pelosok desa, membuat orang diam berani bicara, orang pengecut berani berteriak, dan mereka yang sedang tidur langsung terjaga, lalu mereka mulai berdandan, mengatur ritme dan strategi untuk menyonsong tahun baru 2014 dengan kemungkinan-kemungkinan yang sulit ditafsir. Sebab pada 2014 Indonesia akan melaksanakan seabrek gawe besar yaitu pemilu presiden dan legislative. Pemilu 2014 tinggal menghitung bulan, tetapi disisi lain kita masih disibukkan dengan kecurangan kecurangan pemilu sebelumnya, lalu apakah kita siap melaksanakan pemilu berikutnya?,kekisruhan pemilu itu juga diurus dan diselesaikan oleh mereka yang bermasalah dan korup, dan lebih parah lagi Institusi yang bernama Mahkamah Konstitusi yang menjadi sandaran terakhir dari semua proses hukum di Indonesia, malah ketuanya yang ditangkap tangan oleh KPK, lalu kemana pelabuhan terakhir untuk mengadu? Seolah olah “menyelasaikan masalah dengan masalah baru.” Pertarungan yang tak wajar para elite politik dalam meraih kekuasaan serta korupsi oleh para kader partai yang berada dipemerintahan, sehinga ini menjadi cermin buram untuk pemilu berikutnya, maka wajar Ikrar Nusa Bhakti (professor riset bidang intermestic affairs-LIPI) mengatakan ”jika kita tidak berhasil mengonsilidasikan demokrasi kita pada 2014, indonesia bukan hanya menjadi negara gagal pada 2024, melainkan bisa juga menjadi Negara yang roboh dan hancur berkeping-keping pada 2050. Dan sejalan menarik juga apa yang disinyalir oleh, Arnold P. Toynbee, sejarawan yang dikenal dengan teori : Challege and Response, dalam bukunya the history of mankind kurang lebih mengatakan, “ setiap bangsa pada suatu saat dalam perjalanan sejarahnya akan menghadapi suatu tantangan yang begitu besar bahkan akan menggancam eksistensinya. Terserah pada bangsa itu untuk mengatasi tantangan yang datang itu, bangsa ini akan tenggelam dalam lintasan sejarah bila gagal menjawab tantangan tersebut dan menjadi bangsa yang datangnya tidak mengenapkan, perginya pun tidak mengganjilkan. Atau bila berhasil, maka bangsa ini akan menjadi bangsa yang kehadirannya akan diperhitungkan”. Tentu saja, hal tersebut tidak bisa ditentukan oleh para elite politik saja, melainkan pada kita semua generasi akan datang sebagai pemilik bangsa ini, apakah kita menginginkan Indonesia hanya tinggal dipeta-peta, atau kita akan meraih mimpi 2050 sebagai golden period bangsa seperti yang ditafsirkan oleh para ahli. Tetapi dengan optimis hal tersebut bisa kita raih. Sebab negara yang kini maju, sudah tidak bisa diharapkan dimasa depan, roda itu berputar; dari atas menuju ke bawah, era mendatang adalah kesempatan Indonesia sebab tidak ada lagi dalam daftar negara adidaya dimasa depan seperti Jepang, Amerika, German, UK. Indonesia memang masa depan, walau Paradoks tentang Indonesia masih mendarah daging seperti: “Kita kaya tapi miskin (Kekayaan SDA melimpah, tapi miskin penghasilan) . Kita besar tapi kerdil (amat besar wilayah & penduduknya, tapi kerdil dalam produktivitas dan daya saing) . Kita kuat tapi lemah (kuat dalam anarkisme, lemah dalam tantangan global). Kita indah tapi buruk (indah dalam potensi dan prospeknya, namun buruk dalam pengelolaannya) mengapa masih terjadi paradoxial? Karena bangsa ini terkena penyakit orientasi. seperti yang diungkap Mantan Wakil Presiden RI Bacharudin Yusuf Habibie. Beliau menyampaikan bahwa “kita lebih mengandalkan SDA ketimbang SDM, Kita lebih berorientasi jangka pendek daripada jangka panjang, Kita lebih mengutamakan citra daripada karya nyata, Kita lebih melirik makro daripada mikro , Kita lebih mengandalkan cost added daripada value added, Kita lebih berorientasi pada neraca pembayaran dan perdagangan daripada neraca jam kerja, Kita lebih menyukai jalan pintas (korupsi, kolusi, penyelewengan dsb) daripada kejujuran dan kebajikan, Kita lebih menganggap jabatan (power) sebagai tujuan daripada sebagai sarana untuk mencapai tujuan (power centered rather than accountable /amanah). Jika kita mampu menghilangkan penyakit orientasi tersebut maka tunggu apa yang akan terjadi “itu” (meminjam bahasa Mario Teguh dalam golden way). Rakyat Indonesia akan menjadi tuan di negaranya sendiri dan Indonesia emas 2020 yang menjadi visi besar yang emban oleh para pendekar ESQ 165 dan seluruh rakyat Indonesia akan menjadi kenyataan. Indonesia emas mengisyarakatkan kesuksesan menyelesaikan masalah pada berbagai ranah kehidupan, Indonesia yang bangkit dari segala ketertinggalan. hal tersebut akan tercapai bila penyakit orientasi diatas mampu diluluh lantakan. Untuk mencapi itu, pentingya sebuah paradigm baru serta hadirya sosok pemimpin baru sebagai nahkoda yang akan membawa bahtera yang bernama Indonesia ini ketepian kemajuan. Menurut Anies Baswedan, pemimpin bukan soal kecerdasan, kharisma, komunikasi, tampilan dan segala macam atribut yang biasa dilettakan pada figure pemimpin. Disebut pemimpin atau tidak adalah soal ada tidaknya yang mengikuti. Dalam rumusan sederhana pemimpin adalah soal pengakuan dari yang dipimpin. Seorang diakui sebagai pemimpin bila kepadanya diberikan kepercayaan. Sehingga dalam rumusan sederhana Baswedan mengungkapkan, pemimpin adalah orang yang diikuti kata-kata dan perbuatannya. Diikuti karena dipercaya, karena kepercayaan adalah kombinasi dari kompetensi, integritas dan kedekatan. Ketiga faktor ini meningkatkan tingkat kepercayaan. Pemimpin harus menjadi pemimpi, sebab pemimpin yang mampu mengabungkan mimpi menjadi realita bisa disebut sebagai pemimpin. Lalu peminpin juga selalu disorot, pemimpin harus siap menerima pujian dan kritikan, jika tidak mau dikritik jangan bermimpi jadi pemimpin, pemimpin yang tidak terbang ketika dipuji dan tidak tumbang ketika dicaci itulah pemimpin harapan kita, seorang pemimpin yang setiap hari diterpa keadaan sulit, jatuh dan mampu bangkit kembali (top and down) inilah pemimpin masa depan. dan pemimpin yang kita impikan adalah pemimpin yang tidak gila penghormatan tapi menjaga kehormatan. Mudah mendapatkan penghoramantan pada zaman ini, karena bisa dibeli dan dipanggungkan, sementara penghormatan itu bukan diperjual belikan, seorang peminpin yang gagasannya terhormat maka dengan sendiri dia akan mendapatkan kehormatan. “penghormatan itu foto sedangkan wajah adalah karakter, penghormatan itu bertahan seperti jamur, sedangkan karakter hidup selamanya, penghormatan itu apa yang orang katakan tentang kita diatas batu nisan, sementara karakter apa yang orang katakan tentang kita pada masa mendatang dan hidup selamanya”. Maka sebagai manifesto gerakan tahun 2014, pemimpin harus memiliki mimpi, nyali yang besar, karakter yang kokoh dan pemimpin yang berintegritas. Indonesia membutuhkan pemimpin yang berani menegakkan integritas, berani perangi jual beli kebijakan dan jabatan, dan pemimpin yang berani pasang badan ketika rakyat dijarah oleh mereka yang memiliki jaringan. Bukan pemimpin yang diam ketika rakyat didera, lembek saat Negara dilecehkan, seorang pemimpin yang tidak membiarkan secuilpun rakyat dicendrai oleh siapapun. Pemimpin harus mampu menghadirkan suasana yang harmonies, pemimpin sebagai dirgen dalam pertunjukan orchestra sehingga musik yang dimainkan memiliki jiwa-nya, pemimpin hadir dengan Suasana memberikan arah, membawa misi dan menelurkannya pada rakyat. Dan yang kita butuhkan adalah pemimpin yang berorientasi pada gerakan, pendekatannya movement bukan programmatic sehingga semua merasa terpanggil untuk terlibat. Kita memerlukan pemimpin yang menginspirasi, membukakan perspektif baru, menyodorkan kesadaran baru dan menyalakan harapan jadi lebih terang. Oleh karena itu, apapun posisi dan jabatan kita hari ini, mulailah menjadi aktor bukan penonton sehingga kita bisa melihat masa depan Indonesia yang lebih baik. Wassalam.  

Read More......

7.20.2013

Presiden Uruguay Tidak Mengenal Nabi Muhammad SAW

Jose yang nama lengkapnya Jose Alberto Mujica Cordano barangkali ia tidak pernah membaca sejarah Nabi Muhammad SAW, apalagi mengenal beliau, tetapi kepemimpinan dan kesederhanaannya seolah menteladani Rasullalloh, bagaimana tidak seorang yang menjadi nomor satu di Uruguay tinggal disebuah perkampungan pertanian (farmhouse) yang jauh dari kota. Pepe panggilan akrab teman-temannya menolak tinggal dirumah dinasnya di Montevideo ibu kota Uruguay. bahkan ia menyumbangkan 90 persen gajinya setiap bulan yaitu, 12.000 dollar AS atau hampir Rp 120 juta untuk berbagai kegiatan amal.
Sehingga, Presiden Uruguay ini disebut sebagai presiden termiskin di dunia, tetapi dengan sangat filosofis ia menjawab semua pemberitaan terhadap dirinya ‘” saya disebut presiden termiskin didunia, tetapi saya tidak merasa miskin, orang miskin adalah mereka yang bekerja untuk menjaga gaya hidup mewahnya dan selalu menginginkan lebih”
“ini adalah masalah kebebasan, jika anda tidak memiliki banyak barang maka anda tak perlu bekerja keras dan mempertahankannya dan bekerja seumur hidup layaknya budak, dengan seperti ini anda lebih banyak waktu untuk diri sendiri”
Potret pemimpin seperti Jose ini sangat langka didunia, apalagi di Indonesia yang seharusnya meniru keperibadian Rasullalloh karena mayoritas rakyatnya beragama Islam, sederhana bukan berarti tidak menglobal cara berfikir dan berbuat, seperti Sang Rasul kesederhanaan dan sama kata dan perbuatan beliaulah yang mengetarkan dunia,. sehingga tidak terlalu berlebihan kalau dikatakan Jose menteladani Nabi Muhammad walau ia sendiri tak pernah membaca sejarah kerasulan beliau, tetapi potret yang ditampilkan Jose memiliki ruh yang sama dengan ajaran Nabi Muhammad SAW yaitu Islam.
banyak pernyataan klise tentang kehidupan Jose Presiden Uruguay yang satu ini,” cari-cari popularitaslah” dan pernyataan lainnya, apalagi dunia yang dijalani oleh Jose adalah dunia politik tidak bisa dinapikan pasti ada yang pro dan kontra. terlepas dari semua itu, Khalifah umat Islam keempat menyatakan ” kebenaran yang dicari kemudian salah tidaklah sama dengan kebatilan yang dicari kemudian kita mendapatkannya” (Ali Bin Abi Tholib)
Sekarang bagaimana pemimpin di Negeri yang bernama Indonesia? tentu saja sulit mencari Jose berikutnya. tetapi bangsa ini harus optimis suatu saat kita akan menemukan pemimpin yang bisa diteladani oleh rakyatnya karena dunia ini terus berputar “zero to hero”

Read More......

7.18.2013

Part 2. Akhirnya Agus Pulang.!!

Belasan hari lamanya Agus dan saudaranya tak muncul batang hidung, akhirnya aku berpapasan dengan bapaknya Agus‘eh pak Made "kije Agus? (bahasa bali) Bapaknya menjawab liburan ke rumah neneknya (sentak aku berfikir gaya sekali agus pergi liburan kerumah neneknya di Karang Asem),,o ya liburan sekolah walaupun agus tak sekolah tapi ikut liburan juga MANTAP, sebab satu cita-cita bapaknya untuk Agus dia tak perlu sekolah tinggi-tinggi sebab kelak kalau besar Agus menjadi tukang gocek ayam,,hha,,”super sekali” (Mario teguh). Ternyata tadi pagi aku melihat ia sudah pulang liburan karena libur sekolah sudah usai (tak sekolah tapi liburan pula). Pantes saja pak made tidak kelihatan beberapa hari ternyata ia pergi menjemput Agus di karangasem. Mengapa agus yang aku cari padahal banyak teman seusianya disamping kontrakan, tetapi dialah bagi saya yang berbeda dari temannya yang lain, sebab selalu setiap siang bolong Agus mulai membangunkan seisi kontrakan dengan tendangan madunnya..(Tendagan madun,,darrrr) bola bertubrukan dengan tembok ,,(pasti ulahnya agus gerutuku) ternyata betul dia bermain dengan sapi ompong..sebutan ku untuk temannya Agus yang tak punya gigi, ya sama juga nakalnya tetapi agus lebih dari nakal dan kuat walaupun perawakan dia kecil tetapi kalau dua tiga kali jatuh agus tak akan menangis tetapi kalau temannya yang lain pasti nangis.
Nah,,,mulai sudah episodenya madun dikontrakan GECEK (Gerakan Cendikiawan) kataku karena Agus sudah pulang. Tetapi kami memiliki cara ampuh agar Agus berhenti main bola yaitu dikasi uang untuk beli permen atau disiapkan permen sebagai sogokan agar ia tak bermain bola, setelah itu dia pasti nurut apapun yang saya suruh, itulah agus, selalu mencari gara-gara, sehingga ketika berlibur kerumah kakeknya, kontrakan kami terasa nyaman, tetapi saya merasa ada yang berbeda dengan hari-hari biasanya. Ya itulah manusia kadang apa yang ia benci suatu saat bisa saja ia mencintainya, dan apa yang kita cintai suatu saat bisa saja kita benci…diatas segalanya janganlah terlalu untuk hal tersebut..sebab kita sering merindukan sesuatu ketika hal tersebut tidak ada..continued.

Read More......

7.10.2013

Part 2 Sholat Teraweh di Kota Singa (a spiritual journey) the series; Puasa di Pulau Dewata,

Aku tidak mendengar suara adzan berkumandang seperti dikampungku lombok yang suara adzannya bersahutan, disini seperti berada dalam sebuah hutan belantara yang terdengar hanya bising burung berkicau, yang diganti oleh deru mobil. Anda harus menjadi seorang petapa yang memiliki daya nyali rasa agar anda waspada pada terkaman singa waktu, jika tidak semuanya akan kelewatan, Zuhur, Asar, apalagi magrib tentu akan lewat, sebab tidak signal yang akan mengisyaratkan hal tersebut.
Selesai berbuka puasa dengan makanan seadanya, ada sate kambing, opor telur ayam, dan campur gerupuk, ditemani es buah wah sempurna sekali, selesai makan langsung bergegas berangkat ke masjid sebab kalau terlambat ditinggalkan oleh pilot sholat (Imam Sholat). Ini malam pertama saya teraweh dengan imam sholat yang luar biasa lembutnya,(lama) tidak seperti dikampung saya dua puluh menit sudah selesai sholat teraweh, dengan system jet tempur “istilah kami dulu” tetapi jangan terlalu cepat dan lama juga ya sedang-sedang saja,,..(aku menggerutu, malam ini lama sekali terawehnya) bayang pandangku jauh kebelakang ketika masih kecil kami pindah-pindah setiap malam ke musholla yang berbeda-beda untuk sholat teraweh, tentu tempat pencarian terakhir adalah imam sholat yang paling cepat, melebihi jet tanpa awak amerika itu (ceritanya). Lucu memang tetapi itulah yang terjadi.
Kali ini, aku berada di kota singaraja, sebagai icon Bali kota pendidikan, yang memiliki jargon Singaraja Smile (bersama bupati Baru PAS). Teraweh di masjid Jami’ adalah adalah sebuah pilihan yang harus dan pengalaman pertama. Semua masyarakat muslim Singaraja membanjiri masjid, tetapi yang mengejutkan pada rakaat pertama masih penuh sampai saff paling belakang, pada rakaat ke 4 tinggal 50 % jamaah semuanya kabur,,ya aku positif thinking saja barangkali berbeda mazhab, yah biarkan saja atau semuanya kebelet pingin buang air besar. Positif thinking saja, masak sedang ibadah masih ada perasaan tidak baik yang menggoroti hati kita. Tetapi aku bersyukur bisa teraweh di negeri sendiri, dulu waktu di Bangkok dan Singapore kami tidak punya kesempatan teraweh di Masjid, walau kami pergi ke little India di komplek Mustafa supermarket yang buka 24 jam di Singapore yang memiliki masjid besar disampingnya tetapi tetap saja tidak bisa. Tetapi seperti kata penggelamang alias sang musafir, “bukan tempat yang menuntun kita menuju ketepian, tetapi rasa yang menaungi kita sebagai kompas sampai ke tujuan” ya,,memang tempat penting tetapi tidak harus,,yang penting kita taddabur raga dan sukma kita. Allamdullilah Ya Allah dimanapun aku berada Kau berikan kenikmatan Ibadah..continued...

Read More......

Agus Agus

Anak sekecil itu berkelahi dengan waktu
Demi satu impian yang kerab ganggu tidurmu
Anak sekecil itu tak sempat nikmati waktu
Dipaksa pecahkan karang lemah jarimu terkepal (Iwan Fals) 

 
Sungguh, jemari ini tak bisa menari dengan alpabeta, karena kebiasaannya telah ditinggalkan sudah sangat lama,,tetapi ada sesuatu yang membuatnya harus kembali menulis sebuah aksara yang tak bisa dibendung, ah..ini semua terjadi karena anak itu,,,!ya seorang anak yang setiap hari aku lihat berebut makanan dengan empat saudaranya, mereka masing-masing diberikan sama-sama dua suap nasi oleh ibunya sekedar untuk menganjal perut,,, ahhhh pantas saja, kemaren aku melihat anak yang paling kecil dari mereka mengais bekas makanan di tong sampah didepan tempat saya tinggal, aku sengaja saja tidak melihatnya ia menjilati bekas bungkus es,,perasaanku teriris,, sambil memaki-maki pada bapaknya dalam hati, Bapaknya namanya Made ia tak punya pekerjaan bukan hanya itu lebih parah lagi ia tak mau bekerja, ya,,cuman mengandalkan togelnya setiap satu bulan keluar 90 ribuan itupun kalau ia beruntung. sekarang ditambah lagi istrinya hamil lagi, jadi bisa dipastikan anaknya yang lima orang itu lahir setiap tahun, luar biasa itulah yang menjadi pekerjaannya yang terberat, saya menggurutu lagi..seinggat saya dulu pak Made biasa panggilan akrab kami pernah bekerja jadi tukang parkir ditempat adu ayam (gojekan) ya lumayan asap dapurnya bisa mengepul setiap hati, sehingga sampai-sampai anaknya yang bernama Agus disuruh bercita-cita menjadi pengocek ayam yang selalu menang..haa..sederhana sekali cita-cita bapak ini kepada anaknya..cerita-demi cerita dari tetangga pak made ini sebenarnya keluarnya orang besar-besar cuma ia tak mau bekerja ditempat keluarganya apalagi istrinya juga termasuk orang kaya di karang Asem, tetapi ia tak mau lebih mau ia ngekos bersama kelima anaknya semuanya tinggal diukuran kamar 3x4.
setiap hari aku mendegarnya mengkritik kebijakan negara ini, yang tak berpihak pada keluarha miskin,,katanya aku tidak pernah dapat BLSM selama minyak tanah dinaikkan oleh pemerintah, ia terus mengguruti akhirnya kembali pada ego aslinya, memang aku juga tidak mau dikasi sampah seperti itu..aneh memang diserba keterbatasannya ia masih ngengsi apalgi kerja semrautan..continued

Read More......