
Kalau Iwan fals melantunkan lagu,,Umar Bakri-Umar Bakri, seorang guru negeri dengan sepeda tua. Maka larik kecil dari saya pada gururidho"Gururidho-Gururidho berubah menjadi pak ridho.ceritanya begini, nama lengkap beliau Rosid Ridho kemudian biasa disapa Gururidho, beliau orang yang sangat fleksibel dan suka bergaul dengan siapa saja, selama puluhan tahun beliau menjadi guru dan dosen, dan tidak hanya itu beliau juga menjadi guru diluar kelas, seperti Guru Silat dan lain sebagainya. GuruRidho menjadi guru pavorit dimana saja dia mengajar, karena keperibadian dan pergaulan beliau yang mengantarkannya menjadi guru pavorit. termasuk saya sendiri pernah diajar oleh beliau, deep thinking, dan wawasan dan pengalamannya yang luas membuat kita mengamini beliau walau terkadang kita beda pendapat.
Tetapi sayang sekarang beliau harus pindah profesi dari kegandrungan mengajar berubah beliau menjadi lesu karena harus di mutasi menjadi pengawai dinas pendidikan. tidak banyak orang seperti beliau yang tidak mau jadi pengawai, karena rata-rata orang mencari jabatan menjadi pengawai, tapi beliau tidak. bahkan beliau siap dipindahkan ditempat terpencil asal tetap menjadi gururidho "luarbiasa". Gururidho berubah menjadi pak ridho. bagaimana menurut anda? jika posisi anda seperti itu? senang? atau murung ? masih banyak yang saya perlu ceritakan tentang guru ridho, tapi masih sibuk nh...
3.15.2009
GuruRidho berubah menjadi PakRidho (Kisah Guru Menjadi Pegawai)
2.22.2009
Menyontek Keharusan Atau Kebutuhan
Secara ghalib, menyontek mengacu kepada kegiatan curang yang dilakukan oleh siswa yang (biasanya malas belajar, atau tidak sempat belajar) dengan menjiplak jawaban temannya, atau mendapatkan sumber jawaban yang lain dengan melihat buku atau alat bantu lain ketika ujian.
Kenapa sih, tidak boleh menyontek? Pertanyaan itu banyak diajukan siswa. Jawabannya banyak. (Di antaranya, bisa dibaca pada tulisan dengan judul Love is a Fallacy pada blog ini). Menyontek juga menyebabkan siswa menjadi tidak percaya diri dan malas belajar. Buat apa belajar kalau kita bisa mendapat jawabannya dengan mudah? Lagipula kalau tidak menyontek, nilainya bisa di bawah KKM. Artinya: Remedy. Peace, man! Peace!
Sebenarnya menyontek itu gimana seh? Kebutuhan atau Keharusan?
Sebelum menjawab pertanyaan itu, saya punya sebuah ilustrasi.
Pada kesempatan try out ujian nasional untuk kelas XII, berkali-kali dikatakan oleh para guru bahwa hasil dari try out ini tidak ada hubungannya dengan nilai peserta. Hasil dari try out ini akan menjadi semacam panduan bagi para guru untuk melakukan kegiatan pengayaan. Materi yang tidak dikuasai peserta (yang tidak dijawab dengan benar) akan menjadi fokus para guru dan siswa dalam kegiatan pengayaan sebelum Ujian Nasional yang sebenarnya dilaksanakan. Oleh karena itu, tentu saja siswa diharapkan untuk mengerjakan soal-soak dengan cara yang jujur sehingga masing-masing pihak (guru dan siswa) mengetahui fokus belajar. Tetapi, meski sudah diyakinkan berkali-kali, tetap saja para siswa menyontek.
Rupanya, menyontek sudah menjadi penyakit akut di kalangan siswa (yang gemar menyontek tentu saja, karena masih ada siswa yang bekerja dengan jujur meski tidak banyak).
Suatu hari, Purdi E. Chandra, pendiri dan pemilik salah satu bimbingan belajar terbesar di Indonesia ditanya oleh seorang guru. "Bagaimana ya, caranya supaya murid-murid saya banyak yang lulus ujian? Saya khawatir, karena tahun kemarin banyak yang tidak lulus," tanya sang guru sambil menerangkan kerisauannya.
Jawab Pak Purdi,"Coba Bapak kasi mereka menyontek, dan lihat hasilnya nanti. Pasti banyak yang lulus."
Tentu saja jawaban pak Purdi itu bercanda, karena kalau serius, tidak ada lagi yang akan ikut bimbingan belajar dan Primagama bisa bangkrut.
Tetapi apakah menyontek itu perlu? Pada zaman instant dan global seperti sekarang ini, menyontek adalah sebuah keharusan. Lihat saja, sistem dagang franchise, MLM, bimbingan belajar, pengerjaan skripsi mahasiswa yang copy and paste dari pekerjaan orang lain, dan masih banyak lagi contoh adalah menyontek yang ternyata membawa keberhasilan dan kejayaan bagi yang melakukannya.
Lantas, apakah menyontek itu boleh? Jawaban pastinya sih, enggak. Hanya bila kepepet, gak ketahuan, and gak dilarang. He he he
Terutama bila kasusnya adalah ketika try out kemudian menyontek. Sudah tidak berguna, melanggar aturan, ketahuan, mencelakakan diri sendiri. Kenapa mencelakakan diri? Ibarat orang yang akan masuk hutan, ketika ditanya apakah bekal-bekal sudah siap? Dia mengatakan sudah, sehingga yang melepaskan kepergiannya tidak mengkhawatirkan persiapannya dan dia mati kelaparan di hutan karena bekalnya tidak siap.
Namun tentu saja, menyontek ketika ujian adalah sebuah tindakan yang tidak terpuji dan akan membuat siswa menjadi kecanduan. Dan ini tidak baik untuk keselamatan belajar.
Oleh karena itu: jangan menyontek!
source .gururidho
1.23.2009
Besok jam 10 Pagi..!!
Barangkali saat itulah yang akan ditunggu-tunggu oleh semua mahasiswa, sebuah ritual sakral yang akan dilaksanaka oleh miniatur terkecil dari negara ini yaitu dunia kampus (bahasa aktivis)yaitu pencapaian dari proses panjang penuntutan yang tak pernah berujung pada titik kulminasi. karena sesungguhnya ilmu bukanlah untuk ilmu, ilmu adalah pencarian untuk kita pelajari dan dapatkan dari apa yang dipelajari, tidak ada ilmu untuk ilmu.
Apakah dengan secarik kertas yang aku dapatkan bisa membuat hidupku menjadi cukup?
pertanyaan ini terus menari-nari dalam ubun-ubunku, barangkali tidak jawab senduku...!!aku menjadi ketakutan..! tidak jawab optimisku, aku binggung...! TIDAK JAWAB,,,TEMANKU...
Jam 10 Besok aku mendapatkan sesuatu yang bukan membuatku makin cerdas, tapi yang paling berjasa adalah proses itu sendiri.episode 1
1.19.2009
Akhirnya Aku Merasakan!!
Read More......
1.09.2009
DFD Penting Gak...?
Kembali saya masuk pada ruang teori selepas penat diruang kerja yang nyata, yang bisa kita raba apa yang ada didepan kita... ada pelajaran baru DFD (data Flow Diagram)namanya. pelajaran ini tidak jauh beda dengan belajar flowchart. mengasah nalar untuk berfikir dengan logis ( mana masukan dan mana tempat keluar)kata ini yang saya suka". kenapa saya pertanyakan DFD masih penting untuk dipelajari. karena ada tulisan yang saya sudah baca dalam suatu poster berbunyi HARI GINI MASIH BELAJAR DFD? KAPAN MAJUNYA?”
ini sangat menggelitik sekali untuk saya jawab dan kaitkan nalar filsafat ilmu pengetahuan.DFD Sangat penting untuk mengasah nalar berfikir, saya lebih suka belajar DFD karena seperti saya belajar berfilsafat mengaitklan sessuatu dari mana dan tujuannya kemana..!DFD seolah memberikan gambaran itu pada kita. ini baru saya dapat Ibu Dosen saya yang cantik bernama "Dwinta" pada pelajaran Analisa Perancang sistem Informasi" nanti saya sambung pada pelajarn berikutnya, ini saya posting karena cara ngajar dosennya cukup fress.specia untuk bu dosen!
1.06.2009
Provokasi Awal Tahun
( Rethinking )
Barangkali ini terlambat saya posting tapi tidak apa-apa karena beberapa minggu ini9 saya menghilang tapi mariu sejenak kita melayangkan alam maya kita pada pergantian abad, semua sunnatullah yang mesti terus terjadi, bergulir mengiringi masa-masa kita yang penuh warna, ada saat kita sebarkan aroma wangi, ada saat juga kita jalani dengan aroma tak sedap, tetapi kita selalu menolah menjadi koma, yang tertunduk lalu kita mati suri bersama janin waktu yang terus bergulir.
Tulisan ini, saya harapkan bukan sebagai sebuah pidato, sebab saya khuatir sebuah pidato hanya tinggal didinding-ding, didalam file dokumen, tanpa memberikan sebuah perubahan besar untuk pemerdekaan kita, tetapi tulisan ini lebih pada Provokasi sebab provokasi mampu mengugah nalar, membongkar tirani yang bersarang dikepala kita.
Pertanyaan terbesar diawal tahun ini adalah, Siapa Musuh Kita Yang Paling Besar ? pertanyaan inilah yang menjadi perdebatan panjang sahabat-sahabat, sehingga penulis menjadi buah semala kama untuk memilih satu opsi, dari jawaban yang bervatiasi itu ada yang mengatakan musuh kita terbesar adalah kapitalisme gelobal, yang mengatur semua kebu Tuhan wilayah tata ruang kita, apa I ya ? atau emang benar ? dan pendapat kedua mengatakan musuh kita terbesar adalah bencana alam, militerisme, penguasa yang diktator, yang terus menabuh genderang dan menari-nari didepan mata kita.
Kedua pendapat tadi, ada benarnya, tetapi penulis tidak memposisikan diri untuk mengambil salah satu dari pendapat itu..
Sehingga penulis tidak menjelaskan kedua tetapi lebih pada pikiran subjektif dari penulis, sehingga menjadi sia-sia sahabat membaca tulisan ini, karena sangat subjektip.
Tetapi penulis ingin mengatakan satu hal penting yang menjadi musuh kita terbesar hari ini, adalah diri kita sendiri, pikiran kita , yang mentirani maidset berpikir, membelengu, hingga boleh jadi telah mendarah daging dikepala kita.
Inilah musuh kita terbesar hari ini, kita kita tidak tahu apa yang kita mau, gamang, dan tidak terorganisir.
Berbicara pada awal tahun hari ini, pertanyaan kita terbesar lagi adalah apakah kita merasakan hal yang sama seperti diatas ? atau justru jauh berbeda.jawabannya saya serahkan pada anda, sebab saya tidak punya otoritas untuk memaksa anda sepakat.
LAMA MENGHILANG
Satu minggu aku dak pernah mencoret lembaran-lembaran yang tersedia rapi di blogku satu minggu ini juga aku dak sempat menjenguk kawan cyberku, lama menghulang tapi selalu akan kembali. sebuah proses panjang dalam renungan yang melelahkan ia bangkit bagai monster yang haus garang. tapi itu bukan aku. aku hanya mengambarkan ilustrasi yang terjadi hari ini pada sosok-sosok pahlawan kesiangan, pelacur politik, mereka kini datang setelah berproses menjadi mapia. lama menghilang dan kini ia datang..
Read More......
