3.13.2010

ZIKIR BATU

Zikir batu
Mengembang
Bagai sangkakala
Yang tak berperih,
Bagaimana zikir bisa menmbus langit
Sementara langit hati kita
Semakin gelap.
Bagaimana siraman cahaya masuk sementara kita
Tak pernah menyiram diri
Bagaiman pesan bisa kita dengar sementara
Kita tak pernah bisa berpesan untuk diri kita..
Bagaimana hakekat bisa kita tembus
Sementara syariat adalah bulan-bulanan
Bagaimana kita menembus sorganya Tuhan
Sementara kita tak pernah ciptakan sorga untuk diri kita.
Zikir batu
Mengkristal
Pada kebohongan
Wajah, kata, perbuatan

Bagaimana
Bisa menjadi embun yang tenang
sementara kita tidur dipadang sahara

zikir batu
zikir batu
zikir batu
bagai riak suara jahanam.



Selong, Dalam kelas 2 februari 2010



Read More......

3.09.2010

AKU INGIN KEMBALI JADI MAHASISWA


(Melihat aksi kalian,
darahku mendidih,
sukmaku menggeliat,
ragaku melayang)

Melihat parah mahasiswa yang berdemontrasi penuh idealis, perjuangan, untuk memerdekakan jiwanya yang merasa dikibulin oleh para elit,yang menganggap gedung DPR hanya dagelan politik. Pantas kemudian Para Mahasiswa harus menjalankan fungsi sebagai agent of change untuk perubahan.
Cermin dari demontrasi yang dilakukan adalah kebomborakan sebuah karakter building bangsa yang dilakoni oleh sebagian elit.
Ada kebenaran
Tetapi dicoba untuk dipertimbangkan
Kalau sudah dipertimbangkan
Maka kebenaran itu hanya sampai di atas meja mereka.”
Melihat aksi-aksi mereka yang membawa panji-panji sambil berorasi dengan lantang tanpa takut pada aparat yang bersenjatakan lengkap,bersepatu pantupel melawan mahasiswa yang hanya memakai sandal jepit dan bersenjatakan pulpen dan bertamengkan buku adalah bentuk kemurnian dari hati nurani mahasiswa.
Mahasiswa juga “manusia” penuh perencanaan. “Dari wacana ke aksi” itulah yang menjadi dasar mahasiswa harus turun jalan, sebab public harus tahu apa yang terjadi ditengah bangsa yang sedang dikatakan aman-aman saja.

Aku rindu menjadi mahasiswa kembali, melihat aksi mereka mengingatkan aku beberapa tahun yang silam, ketika aku tak kenal terik mentari turun jalan berorasi mengatakan kebenaran yang ku yakini, kita aku ingin kembali lagi bergabung bersama mereka ang tak pernah digaji mengontrol Negara ini.
Tanpi mereka rela berdiri berhadapan dengan penjagaan yang terlampau berlebihan, mereka para polisi yang berdiri menjaganya digaji Negara, sedangkan mahasiswa yang setiap malam berdiskusi untuk kemajuan Negara tidak mengharapkan apa-apa.
Aku rindu kembali menjadi aktivitis…
Melihat mahasiswa di Makasar bulu romaku merinding, getaran semangat hidup kembali, turun jalan sambil nyayikan dibawah tirani kususuri garis jalan ini berjuta kali turun aksi bagiku suatu langkah pasti-bagiku suatu langkah pasti.



Read More......

1.02.2010

Provokasi Awal Tahun 2010


Provokasi Awal Tahun 2010

Sejenak kita melayangkan alam maya kita pada pergantian abad, semua sunnatullah yang mesti terus terjadi, bergulir mengiringi masa-masa kita yang penuh warna, ada saat kita sebarkan aroma wangi, ada saat juga kita jalani dengan aroma tak sedap, tetapi kita selalu menolak menjadi koma, yang tertunduk lalu kita mati suri bersama janin waktu yang terus bergulir.
Tulisan ini, saya harapkan bukan sebagai sebuah pidato, sebab saya khuatir sebuah pidato hanya tinggal didinding-ding, didalam file dokumen, tanpa memberikan sebuah perubahan besar untuk pemerdekaan kita, tetapi tulisan ini lebih pada Provokasi sebab provokasi mampu mengugah nalar, membongkar tirani yang bersarang dikepala kita.
Pertanyaan terbesar diawal tahun ini adalah, Siapa Musuh Kita Yang Paling Besar ? pertanyaan inilah yang menjadi perdebatan panjang sahabat-sahabat, sehingga penulis menjadi buah semala kama untuk memilih satu opsi, dari jawaban yang bervatiasi itu ada yang mengatakan musuh kita terbesar adalah kapitalisme gelobal, yang mengatur semua kebu Tuhan wilayah tata ruang kita, apa I ya ? atau emang benar ? dan pendapat kedua mengatakan musuh kita terbesar adalah bencana alam, militerisme, penguasa yang diktator, yang terus menabuh genderang dan menari-nari didepan mata kita.
Kedua pendapat tadi, ada benarnya, tetapi penulis tidak memposisikan diri untuk mengambil salah satu dari pendapat itu..
Sehingga penulis tidak menjelaskan kedua tetapi lebih pada pikiran subjektif dari penulis, sehingga menjadi sia-sia sahabat membaca tulisan ini, karena sangat subjektip.
Tetapi penulis ingin mengatakan satu hal penting yang menjadi musuh kita terbesar hari ini, adalah diri kita sendiri, pikiran kita , yang mentirani maidset berpikir, membelengu, hingga boleh jadi telah mendarah daging dikepala kita.
Inilah musuh kita terbesar hari ini, kita kita tidak tahu apa yang kita mau, gamang, dan tidak terorganisir.
Berbicara pada awal tahun hari ini, pertanyaan kita terbesar lagi adalah apakah kita merasakan hal yang sama seperti diatas ? atau justru jauh berbeda.jawabannya saya serahkan pada anda, sebab saya tidak punya otoritas untuk memaksa anda sepakat.




Read More......

12.16.2009


GELAP

GELAP
GELAP
GELAP
PANDANGAN KU GELAP
GELAP
GELAP
FIKIRAN KU GELAP
GELAP
GELAP
SUKMA KU GELAP
GELAP
MEMBUAT KARIKATUR
MENTIRANI EMPUK BADAN KOTOR BERLUMPUR
SAAT KURSI PUTIH TERCORENG MORENG
LALU MENGEJA HARI TANPA MAKNA
BERUJUNG PADA KALKULASI IMBALAN TANPA JASA

BERBUAT UNTUK MEMBUJUK,
BERBICARA MEMPENGARUHI
BERJALAN DALAM NAFSU DAN EMOSI
HINGGA WAKTU BAGAI MENANGIS DAN TERTAWA

DAN KITA CICAK-CICAK TU….
TERUS MENANGIS DAN BUNGKAM MELIHAT
BUAYA BERTELANJANG BULAT
MENABUH GENDRANG, BERDANSA EROTIS
HINGGA KELAMIN KITA NGENTOL-ENTOL

BUAYA-BUAYA ITU LINGGANG LANGGANG
COTEH SONO SINI
CORET KIRI KANAN
BERENDEL DALAM, LUAR
PERKOSA BAHASA DAN ARGUMENTASI
DEMORALISASI HUKUM-HUKUM.
MENCORENG BENDERA KEBANGSAAN


CICAK BISA APA?
CICAK GAK BISA NGOMONG…HEEE
SEMERAUT FIKIR KITA

LEBIH KITA MENGHISAP JANJA
LALU MABUK-MABUK TERUN DISAPAL
KARENA KITA CICAK TAK ADA YANG PEDULI
KITA SELALU INGIN DI MAKAN OLEH BUAYA-BUAYA

CICAK SEKARANG SUDAH CERDAS TOKE…
CICAK SEKARANG TIDAK BISA DI CICAK..



Pojok Kamar Juang
17 oktober 2009


YAQON SAKRAL PATI







Read More......

12.08.2009

Lombok Timur di Goyangkan dengan Aksi Damai Anti Korupsi


Tepat hari ini tanggal 9 Desember 2009. diperingati sebagai hari anti korupsi se-dunia, berbagai ORMAS, OKP, dan mahasiswa hari ini serentak turun jalan dalam satu flatform, berantas koruptor.
tidak hanya terjadi di Jakarta sebagai pusat ibu kota negara Indonesia, tetatpi disemua daerah di Indonesia. termasuk di Lombok Timur, sejak pukul 08.00 pagi semua elemen mahasiswa yang bergabung dalam beberapa organisasi kemahasiswaan antara lain , pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang lombok timur, Himpunan Mahasiswa Islam ( HMI) Cabang Lombok Timur, Liga Mahasiswa Untuk Demokrasi (LMND) Cabang Kota Lombok Timur, Himpunan Mahasiswa Nahdatul Wathon (HIMMAH) Lombok Timur.


sehingga hari ini Lombok Timur, dikuningkan oleh PMII dan dihijaukan oleh HIMMAH dan HMI dan dimerahkan oleh LMND. bagaimana tidak dari semua mahasiswa yang turun jalan membawa isu yang sama, sembuah aksi damai solidaritas anti korupsi. mereka menuntut di hari yang anti korupsi ini, agar fakta dibalik kriminalisasi KPK agar segera dibuka kepada publik, para mafia /markus/buaya, yang menjadi dalang dibalik kriminalisasi KPK harus segera ditangkap dan diadili sebab mereka curiga terdapat benang merah, kriminalisasi KPK dengan skandal ban century. dan mereka menghimbau kepada wakil presiden dan sri mulyani untuk segera mundru dari jabatannya demi mempertanggungjawabkan kerugian negara sebesar 6,7 triliyun rupian dalam skandal bank century, presiden SBY pun untuk membuktikan niatan baiknya, juga harus bersedia dan bersiap dipanggil menjadi sanksi dalam pembongkaran bank century.


semua mahasiswa yang bergabung dalam beberapa organisasi kemahasiswa tersebut, melakukan longmatch dari depan taman kota selong menuju kejaksaan negeri selong dan langsung kekantor bupati lombok timur



Read More......

11.23.2009

GELIAT RASA

Betap rasa itu menghampiri setiap saat, sampai aku tidak bisa membedakan mana logika dan rasa yang aku alami,
Ketika kembali,bagai ter asa membeku segala raga,kaku mengkristal, bahkan pengawet yang tak tersentuh rasa sakit, engkau begitu menyeherku, BUNGA. Aku tertelikung oleh rasa yang menyeherku, menyeret, mengabaikan segala lelah raga, untuk berpeluk sukma denganmu,
Aku begitu terseret, bahkan aku tidak sadar ketika aku menunggangi burung garudaku pulang, kenapa aku begitu terjatuh pada lubang itu, aku belum bertanya pada orang, aku juga belum siap melakukan konseling pada psikologku, sebab aku akan bercerita lain dari pada yang lain tentangmu, dan membuat siapapun terkesima dengan ceritaku, kalau ada gadis diseberang gunung yang mengangkang aku lewati, dan berkedaraan dengan gagak tua, berdiri diatas puting susu pusuk dari sana aku memandang keindahan yang tak pernah aku temukan ditempat lain,,,0hhhh wisata pusuk, kau sangat perawan ketika kau mengangkang didepanku.
Keindahan alamnya, dan keindahan penghuni yang yang tersenyum ramah, aku senang jalan kebali, tapi dibali tidak ada Lombok, ketika aku sampai di tanjung aku temukan bali dan Lombok berdampingan, betapa murahnya Tuhan memberikan ari-ariku ditanam dilombok. Dan sampai sekarang pasangan ari-ari itu masih kucari, entahlah kemana pasangan itu ditanam.


Samapi sekarang aku masih mencarinya. Ketemukan satu, apakah dia pasangan ari-ariku?kenapa aku bisa jatuh kelubang cinta, ketika aku memandang matanya yang bulat, hidungnya bagaikan gunung pusuk, bibirnya mengkristal tanpa polesen lipstick, lehernya jenjang tubuh dicarik,oh…air ditelan tampak terbayang setiap yang memandang semuanya sayang.
Kau SRINATI, menyebut namamu aku bagaikan hidup ratusan tahun yang silam, mengikuti sayembara para pendekar untuk bisa mendapatkan ciuman hangat dari SRIKANDi, kau Srikandi yang hidup kembali, untuk siapa? Apakah untuk para raja? Tidak aku bukan raja aku wong cilik yang mempunyai cinta menmbus langit, bukan dengan mahkota bertabur bingkn mengtang, tapi dengan rasa bertabur cinta padamu. WAHAI SRIKANDI…..tersneyumlah padaku dari sebelah gunung yang mengangkang itu.
Kau SRINATI, tubuhmu hangat, tidak panas, bau badanmu murni walau kau tidak mandi, ku tahu itu sejak asma’-asma’ku mengembang untuk mengenalmu.
Entahlah, kau berfikir apa tentangku sebab kau tidak pernah berbicara terlalu panjang tengtang ku, kau mengenalku, sejak dulu tapi kau tidak tahu siapa, pasti kau pernah berfikir seperti itu, tapi yakinlah seperti namaku, sangkaanmu itu, tentangku,
Wahai srinati betapa aku mencintaimu,
Wahai srinati betapa aku mencintaimu,
Wahai srinati betapa aku mencintaimu,
Wahai srinati betapa aku mencintaimu,
Wahai srinati betapa aku mencintaimu,
Wahai srinati betapa aku mencintaimu,
Wahai srinati betapa aku mencintaimu,
Tapi pada cinta itu, aku tidak berani mengikatmu, sebab kau telah menjalin janji dengan orang lain, betapa aku tersadar itu, walau aku sangat mencintaimu, tapi aku akan bahagia, karena telah bersamamu,
Wahai srinati, jika aku sudah tahu ujungku kemana, maka aku siap melamarmmu, tapi aku belum melihat itu sama sekali, aku masih buta, tenntang pertemuan dimana aku dan kamu bertelanjang bulat diatas permadani yang akan aku beli dari hasil keringatku sendiri.
Kamu juga berfikir seperti itu mungkin….. jawablah….dinda…jawablah dinda….!!!!

Aku sepakat dengan kata mu kita jalani ini bagai air mengalir, walau aku tidak tahu maksudmu air mengalir itu, tapi aku mensepakati itu.
Aku mencintaimu, tatapi kenapa aku merasa, kalau kau akan menjadi milik orang lain bukan milikku, hal ini yang membuatku menangis, menangis membenci diri, kenapa aku tidak segera menagmbilmu, kenapa aku tidak punya keberanian untuk hal..!! apakah karena orang itu yang setiap saat memberikan nasehat, kau jangan terlalu cepat berkeluarga….nak!!! setiap hari hampir ku dengar itu,,,,,
OH…..TUHAN….
AKU INGIN BERTERIAK DARI SEMUA ITU,
TUHAN,, KAU TAHU SEBAB KAU YANG MENGUASAI RASA ITU.
Tapi, wahai bungaku…..aku mencintaimu…


Read More......

10.02.2009

KETIKA TITIK MENGARAI OTAK


1 september 2009 pojok kamar.
Ada memang yang tidak bisa dilogikakan oleh kecerdasan manapun, tidak bisa diurai oleh rumus aljabar, tidak bisa disimpulkan oleh oleh kalkulus, dan kosakata para pujangga, tapi ia bisa disimpulkan oleh sedikit kalimat, dan semua orang tidak tahu itu, sebab kalimat itu adalah orang yang merasakannya dan sedang jatuh kelubang rasa yang amat dalam, perasaan yang membuat ADAM terlampar dari langit, karena harus bertekuk lutut pada HAWA.
Adam dan Hawa adalah cermin historis dari baying-bayang yang menghampiri hampir setiap mahluk bukan hanya manusia, tapi binatang juga karena ia memiliki cinta pada sesama dan alamnya, ini benar-benar Tuhan telah mendesain semuanya sangat rapi, dan dengan perencanaan yang yang maha dahsyat.
Ketika merasakan cinta itu, sesungguhnya ia datang tanpa dipinta, ia juga tidak bisa dipaksa,ia hadir tanpa diundang karena cinta itu cahaya tidak mungkin masuk kelurung kalbu orang yang tidak memiliki cahaya maka percayalah sekecil apapun cinta itu adalah kemurnian dari perasaan hamba yang bernama manusia.
Aku mencintai bukan mengharapkan untuk dicintai, karena cinta itu polos, suci, dan ia boleh hinggap dimanapun pada palung-palung jiwa.yang meransangi setiap titik pada badan kita, mengarai di otak dan kepala kita, menari dan menabuh gendrang pada dinding mata dan bibir lalu tersenyum sendiri karena sedang menyaksikan diri yang jatuh cinta.
Cinta
Cinta
cinta


Jika aku mengatakan, “aku cinta pada mu” bukanlah kata itu tidak beralasan, dan ketika aku mengatakan,”aku rindu pada mu” bukan juga tidak beralasan,!!! karena kata itu sulit diucapkan apalagi oleh aku yang memiliki cinta yang lain pada orang lain juga, dan ia sudah terpatri dalam mahkota cinta.
Aku tahu engkau lebih dewasa dari kata yang ku ucapkan tapi, rasa tidak pernah dewasa, karena aku berbeda usia, ia hanya dewasa ketika engkau mengertinya.
Sekali lagi sulit untuk mengatakan kalau aku salah mencintaimu, karena kau memang tercipta menanti cintaku, walau aku tersadar juga sulit memilikimu, tapi, aku puas ketika aku mengatakan ini, dan kamu mengetahuinya, walau tersenyum dan mengangap ini aneh,
Barangkali, anggapan egoku, kau merasakan hal yang sama, tapi kamu tidak yakin untuk mengatakannya,mengeluarkan dan menelanjangi apa yang menjadi rasa yang kau miliki. Sebab kamu tidak yakin akan mendapatkan ku. Keyakinan itulah yang menjadi dinding antara cinta dan berjuang keras menolak cinta itu,
Aku tahu itu, sejak pertama aku mebayangkan senyum manismu penuh keraguan, aku pura-pura bodoh untuk tidak mengerti semuanya agar kau bebas berbicara apa saja tanpa kita kaitkan dengan perasaan kita yang bagai bom waktu hanya menunggu waktu untuk meledak.
Apakah salah aku mencintaimu?
Apakah salah aku mencintaimu?
Apakah salah aku mencintaimu?
Apakah salah aku mencintaimu?
Jangan dijawab..!! sebab aku ingin memberontak dari bayangan cinta membanyangi setiap bayangan tubuh dan rasa.
Bagiku ini bukan salah dan benar, sebab ini adalah jalan kemestian untuk cinta, sebab cinta tidak pernah berdiri antara agama dan suku, sebab hati tidak pernah mengajarkan dusta..!!
hati tidak pernah mengajarkan dusta..!!
hati tidak pernah mengajarkan dusta..!!

oh..Tuhan diantara dua rasa yang kau ciptakan, dan atas nama keindahan aku tak akan coba hapus cinta ini selama satu diantara keduanya belum di miliki sorganya oleh orang lain. Aku pasti berdiri disana bagai rinjani yang menjadi pasuk bumi sasak untuk menantang setiap tetes debu yang mengajak rasa untuk dusta.
Tuhan, aku tidak tahu dia, sebab aku hanya bersua dalam rasa,






Read More......