12.20.2011

KENISCAYAAN PENERAPAN TIK UNTUK E-LEARNING DAN E-ADMINISTRASI (Antara Harapan dan Kenyataan)

Oleh, Lalu Nurul Yaqin

1.PENDAHULUAN
Hakekat hidup senantiasa mengalami perubahan dalam tiap hitungan menit, apa yang hari ini dianggap sebagai sebuah penemuan baru bisa saja besok ketika membelakkan mata akan ada yang lebih baru lagi, dan itu tersaji di didalam kamar artinya perkembagan dan kemajuan terus akan menari dan menabuh gendrang seiring planet bumi yang kita tempati ini masih ada dan perubahan tidak akan pernah berhenti walau alam jagat ini hancur karena perubahan itulah yang abadi.
Mengingkari perubahan sebagai sebuah keniscayaan tentu sebuah ketertingalan apalagi bersifat konservatif terhadap perkembangan dunia yang bagai tanpa batas, karena setiap perubahan itu akan mengarah pada kemajuan dengan memanfaatkannya sebagai sebuah kekuatan yang bisa membantu kerja manusia. Seperti kemajuan Teknology informasi, mau tidak mau kita harus masuk kedalamnya jika tidak ingin jalan ditempat. Keberadaan dan pemanfaatan technology di zaman globalisasi menjadi sebuah keharusan sebab globalisasi mengandung arti terjadinya keterbukaan, kesejagatan, dimana batas-batas negara tidak lagi menjadi penting (Dantes, 2008).
Dalam menjawab arus globalisasi penerapan technology harus dilaksanakan dalam berbagai bidang termasuk bidang pembelajaran dan administrasi pendidikan Teknologi Informasi dan Komunikasi, (TIK) atau Information and Communication Technologies (ICT) adalah payung besar terminologi yang mencakup seluruh peralatan teknis untuk memproses dan menyampaikan informasi.
Teknology mencakup dua aspek yaitu teknologi informasi dan teknologi komunikasi Teknologi informasi meliputi segala hal yang berkaitan dengan proses, penggunaan sebagai alat bantu, manipulasi, dan pengelolaan informasi. Sedangkan teknologi komunikasi adalah segala sesuatu yang berkaitan dengan penggunaan alat bantu untuk memproses dan mentransfer data dari perangkat yang satu ke lainnya. Oleh karena itu, teknologi informasi dan teknologi komunikasi adalah dua buah konsep yang tidak terpisahkan. Jadi Teknologi Informasi dan Komunikasi mengandung pengertian luas yaitu segala kegiatan yang terkait dengan pemrosesan, manipulasi, pengelolaan, pemindahan informasi antar media. Istilah TIK muncul setelah adanya perpaduan antara teknologi komputer (baik perangkat keras maupun perangkat lunak) dengan teknologi komunikasi pada pertengahan abad ke-20. Perpaduan kedua teknologi tersebut berkembang pesat melampaui bidang teknologi lainnya. Hingga awal abad ke-21 TIK masih terus mengalami berbagai perubahan dan belum terlihat titik jenuhnya.

Melalui TIK, sarana kerjasama antara pribadi atau kelompok yang satu dengan pribadi atau kelompok yang lainnya sudah tidak lagi mengenal batas jarak dan waktu, negara, ras, kelas ekonomi, ideologi atau faktor lainnya yang dapat menghambat bertukar pikiran antar sesama kita. Perkembangan TIK memicu suatu cara baru dalam kehidupan, dari kehidupan dimulai sampai dengan berakhir, kehidupan seperti ini dikenal dengan e-life, artinya kehidupan ini sudah dipengaruhi oleh berbagai kebutuhan secara elektronik. Alangkah wajar bila sekarang ini sedang semarak dengan berbagai huruf yang dimulai dengan awalan e seperti e-commerce, e-government, e-education, e-learning, e-library, e-journal, e-medicine, e-laboratory, e-biodiversitiy, dan lainnya yang berbasis TIK.
Hal ini bisa dimengerti karena masyarakat sekarang sedang menuju ke era masyarakat informasi (information age) atau masyarakat ilmu pengetahuan (knowledge society). Oleh karena itu, tidaklah mengherankan kalau perguruan tinggi yang menawarkan jurusan informatika atau teknologi informasi berkembang dengan pesat. Dengan pertumbuhan teknologi informasi dan komunikasi yang pesat, internet telah menjadi suatu medium belajar dan mengajar yang perlu diperhitungkan kemanfaatannya. Internet mempunyai potensi yang besar dalam pembelajaran, baik sebagai sumber belajar, media, maupun pendukung pengelolaan proses belajar-mengajar.
Sehingga bisa tercapai tujuan pendidikan seperti yang katakan oleh Dewey, bersifat temporer, yang berarti apabila suatu tujuan telah dicapai, maka hasil tujuan tersebut, menjadi alat untuk mencapai tujuan berikutnya. For it assumed that the aimed of education is to enable individual to continue their education, or that the subject and reward learningis continued capacity for growing (Dewey dalam Djohar, 2007)


2. FOKUS PEMBAHASAN
Focus masalah yang dibahas dalam makalah ini adalah bagaimana penerapan TIK bisa dimanfaatkan sebagai media E-Learning dan E-Administrasi dalam pendidikan dan melihat peluang dan tantangan dari penerapan TIK dalam pembelajaran. Pertama yang aka dikaji adalah (1) melihat lebih general penerapan TIK dalam pendidikan di Indonesia. (2) pemanfaatan E-learning dalam pembelajaran (3) dan Penerapan TIK dalam E-Administrasi. (4) Kesimpulan

3. PEMBAHASAN
1. Penerapan TIK dalam Pendidikan di Indonesia
Indonesia pernah menggunakan istilah telematika (telematics) untuk arti yang kurang lebih sama dengan TIK yang kita kenal saat ini Encarta Dictionary mendeskripsikan telematicsebagai telecommunication + informatics (telekomuni kasi + informatika) meskipun sebelumnya kata itu bermakna science of data transmission. Pengolahan informasi dan pendistribusiannya melalui jaringan telekomunikasi membuka banyak peluang untuk dimanfaatkan di berbagai bidang kehidupan manusia, termasuk salah satunya bidang pendidikan. Ide untuk menggunakan mesin-belajar, membuat simulasi proses-proses yang rumit, animasi proses-proses yang sulit dideskripsikan sangat menarik minat praktisi pembelajaran. Tambahan lagi, kemungkinan untuk melayani pembelajaran yang tak terkendala waktu dan tempat juga dapat difasilitasi oleh TIK. ditekankan oleh Williams (2009)” the evaluation of technologiesn have expanded oppurtunities for communicating in orther language beyond the traditional education setting to communicaties comprised of participants living all around the world.
Sejalan dengan itu mulailah bermunculan berbagai jargon berawalan e, mulai dari e-book, e-learning, e-laboratory, e-education, e-library, dan sebagainya awalan e bermakna electronics yang secara implisit dimaknai berdasar teknologi elektronika digital. Pemanfaatan TIK dalam pembelajaran di Indonesia telah memiliki sejarah yang cukup panjang. Inisiatif menyelenggarakan siaran radio pendidikan dan televisi pendidikan merupakan upaya melakukan penyebaran informasi ke satuan-satuan pendidikan yang tersebar di seluruh nusantara.
Hal ini adalah wujud dari kesadaran untuk mengoptimalkan pendayagunaan teknologi dalam membantu proses pembelajaran masyarakat. Kelemahan utama siaran radio maupun televisi pendidikan adalah tidak adanya feedback yang seketika. Siaran bersifat searah yaitu dari narasumber atau fasilitator kepada pembelajar. Introduksi komputer dengan kemampuannya mengolah dan menyajikan tayangan multimedia (teks, grafis, gambar, suara, dan gambar bergerak) memberikan peluang baru untuk mengatasi kelemahan yang tidak dimiliki siaran radio dan televisi.
Bila televisi hanya mampu memberikan informasi searah (terlebih jika materi tayangannya adalah materi hasil rekaman), pembelajaran berbasis teknologi internet memberikan peluang berinteraksi baik secara sinkron (real time) maupun asinkron (delayed). Pembelajaran berbasis Internet memungkinkan terjadinya pembelajaran secara sinkron dengan keunggulan utama bahwa pembelajar maupun fasilitator tidak harus berada di satu tempat yang sama. Pemanfaatan teknologi video conference yang dijalankan dengan menggunakan teknologi Internet memungkinkan pembelajar berada di mana saja sepanjang terhubung ke jaringan komputer. Selain aplikasi unggulan seperti itu, beberapa peluang lain yang lebih sederhana dan lebih murah juga dapat dikembangkan sejalan dengan kemajuan TIK saat ini.

2. PENERAPAN E-LEARNING ( E-Pembelajaran)
Beragam definisi dapat ditemukan untuk e-learning. Victoria L. Tinio dalam Mahendra, misalnya, menyatakan bahwa e-learning meliputi pembelajaran pada semua tingkatan, formal maupun nonformal, yang menggunakan jaringan komputer (intranet maupun ekstranet) untuk pengantaran bahan ajar, interaksi, dan/atau fasilitasi.
Untuk pembelajaran yang sebagian prosesnya berlangsung dengan bantuan jaringan internet sering disebut sebagai online learning. Definisi yang lebih luas dikemukakan pada working paper SEAMOLEC, yakni e-learning adalah pembelajaran melalui jasa elektronik. Meski beragam definisi namun pada dasarnya disetujui bahwa e-learning adalah pembelajaran dengan memanfaatkan teknologi elektronik sebagai sarana penyajian dan distribusi informasi. Dalam definisi tersebut tercakup siaran radio maupun televisi pendidikan sebagai salah satu bentuk e-learning. Meskipun radio dan televisi pendidikan adalah salah satu bentuk e-learning, pada umumnya disepakati bahwa e-learning mencapai bentuk puncaknya setelah bersinergi dengan teknologi internet.
Internet-based learning atau web-based learning dalam bentuk paling sederhana adalah website yang dimanfaatkan untuk menyajikan materi-materi pembelajaran. Cara ini memungkinkan pembelajar mengakses sumber belajar yang disediakan oleh narasumber atau fasilitator kapanpun dikehendaki. Bila diperlukan dapat pula disediakan mailing list khusus untuk situs pembelajaran tersebut yang berfungsi sebagai forum diskusi.
Fasilitas e-learning yang lengkap disediakan oleh perangkat lunak khusus yang disebut perangkat lunak pengelola pembelajaran atau LMS (learning management system). LMS mutakhir berjalan berbasis teknologi internet sehingga dapat diakses dari manapun selama tersedia akses ke internet. Fasilitas yang disediakan meliputi pengelolaan siswa atau peserta didik, pengelolaan materi pembelajaran, pengelolaan proses pembelajaran termasuk pengelolaan evaluasi pembelajaran serta pengelolaan komunikasi antara pembelajar dengan fasilitator-fasilitatornya. Fasilitas ini memungkinkan kegiatan belajar dikelola tanpa adanya tatap muka langsung di antara pihak-pihak yang terlibat (administrator, fasilitator, peserta didik atau pembelajar). ‘Kehadiran’ pihak-pihak yang terlibat diwakili oleh e-mail, kanal chatting, atau melalui video conference.

Khusus E-learning atau electronic learning kini semakin dikenal sebagai salah satu cara untuk mengatasi masalah pendidikan, baik di negara-negara maju maupun di negara-negara yang sedang berkembang. Banyak orang menggunakan istilah yang berbeda-beda mengenai e-learning, namun, pada prinsipnya e-learning adalah pembelajaran yang menggunakan jasa elektronika sebagai alat bantunya. Untuk menyederhanakan istilah, maka electronic learning disingkat menjadi e-learning. Kata ini terdiri dari dua bagian, yaitu ‘e’ yang merupakan singkatan dari ‘electronica’ dan ‘learning’ yang berarti ‘pembelajaran’. Jadi e-learning berarti pembelajaran dengan menggunakan jasa bantuan perangkat elektronika.
Dalam pelaksanaannya, e-learning menggunakan jasa audio, video atau perangkat komputer atau kombinasi dari ketiganya. Soekartawi merumuskan e-learning sebagai “a generic term for all technologically supported learning using an array of teaching and learning tools as phone bridging, audio and videotapes, teleconferencing, satellite transmissions, and the more recognized web-based training or computer aided instruction also commonly referred to as online courses (Soekartawi, dalam Mahendra, 2011).
Dari definisi ini, e-learning adalah pembelajaran yang pelaksanaannya didukung oleh jasa teknologi seperti telepon, audio, videotape, transmisi satelit atau komputer.
Lebih lanjut, Soekartawi mengemukakan tiga hal yang mendorong mengapa e-learning menjadi salah satu pilihan untuk penyelesaian masalah pendidikan, yaitu :
a. Pesatnya kemajuan teknologi informasi dan komunikasi yang tidak hanya menjangkau negara-negara maju melainkan juga negara-negara berkembang.
b. Tersedianya infrastruktur telekomunikasi yang memungkinkan terbukanya secara meluas peluang masyarakat untuk mengakses internet, dan
c. Makin meningkatnya jumlah organisasi dan anggota masyarakat yang berpartisipasi dalam menyediakan jasa layanan internet.
Dari uraian tersebut di atas dapatlah dikemukakan empat karakteristik e-learning, yaitu:
1. Memanfaatkan jasa teknologi elektronik yang memudahkan guru dan peserta didik, peserta didik dan sesama peserta didik atau guru dan sesama guru dapat berkomunikasi dengan relatif mudah dengan tanpa dibatasi oleh hal-hal yang protokoler
2. Memanfaatkan keunggulan komputer (digital media dan jaringan komputer)
3. Menggunakan bahan belajar mandiri (self-learning materials) yang disimpan di jaringan komputer sehingga dapat diakses oleh guru dan peserta didik kapan dan di mana diperlukan; dan
4. Memanfaatkan jadwal pembelajaran, kurikulum, hasil kemajuan belajar, dan hal-hal yang berkaitan dengan administrasi pendidikan dapat dilihat setiap saat di komputer. Pemanfaatan e-learning tidak terlepas dari jasa internet karena teknik pembelajaran yang tersedia di internet begitu lengkap sehingga akan memberikan pengaruh terhadap tugas guru dalam proses pembelajaran.
Dahulu proses belajar-mengajar didominasi oleh peran guru (teacher center). Kini, proses belajar-mengajar banyak didominasi oleh peran guru dan buku (era of teacher and book) dan pada masa mendatang proses belajar-mengajar akan didominasi oleh peran guru, buku dan teknologi (era of teacher, book, and technology).
Namun sayangnya, di negeri kita yang kaya ini, dan terdiri dari berbagai pulau, hal di atas masih seperti mimpi karena struktur dan kultur serta SDM guru yang profesional belum merata dengan baik. Di berbagai kota besar seperti Jakarta misalnya, beberapa sekolah maju dan internasional telah mengaplikasikannya, tetapi buat sekolah-sekolah di daerah, mungkin masih jauh panggang dari api dalam mengaplikasikan TIK.
Meskipun TIK dalam bentuk komputer dan internet telah terbukti banyak menunjang proses pembelajaran anak secara lebih efektif dan produktif, namun di sisi lain masih banyak kelemahan dan kekurangan. Dari sisi kegairahan kadang-kadang anak-anak lebih bergairah dengan internetnya itu sendiri dibandingkan dengan materi yang dipelajari. Terkadang anak-anak lebih senang bermain games ketimbang materi yang diberikan oleh guru. Karena games sangat menarik peserta didik untuk rehat sejenak dari segala pembelajaran yang diterimanya di sekolah. Dapat juga terjadi proses pembelajaran yang terlalu bersifat individual sehingga mengurangi pembelajaran yang bersifat sosial. Dari aspek informasi yang diperoleh, tidak terjamin adanya ketepatan informasi dari internet sehingga sangat berbahaya kalau anak kurang memiliki sikap kritis terhadap informasi yang diperoleh.
Bagi anak-anak sekolah dasar penggunaan internet yang kurang proporsional dapat mengabaikan peningkatan kemampuan yang bersifat manual seperti menulis tangan, menggambar, berhitung, dan sebagainya. Dalam hubungan ini guru perlu memiliki kemampuan dalam mengelola kegiatan pembelajaran secara proporsional dan demikian pula perlunya kerjasama yang baik dengan orang tua untuk membimbing anak-anak belajar di rumah masing-masing.
Dengan memperhatikan pengalaman beberapa negara sebagaimana dikemukakan di atas, jelas sekali TIK mempunyai pengaruh yang cukup berarti terhadap proses dan hasil pembelajaran baik di kelas maupun di luar kelas. TIK telah memungkinkan terjadinya individuasi, akselerasi, pengayaan, perluasan, efektivitas dan produktivitas pembelajaran yang pada gilirannya akan meningkatkan kualitas pendidikan sebagai infrastruktur pengembangan SDM secara keseluruhan. Melalui penggunaan TIK setiap siswa akan terangsang untuk belajar maju berkelanjutan sesuai dengan potensi dan kecakapan yang dimilikinya. Pembelajaran dengan menggunakan TIK menuntut kreativitas dan kemandirian diri sehingga memungkinkan mengembangkan semua potensi yang dimilikinya.
Dalam menghadapi tantangan kehidupan modern di abad cyber ini kreativitas dan kemandirian sangat diperlukan untuk mampu beradaptasi dengan berbagai tuntutan Kreativitas sangat diperlukan dalam hidup ini dengan beberapa alasan antara lain:
1. Kreativitas memberikan peluang bagi individu untuk mengaktualisasikan dirinya
2. Kreativitas memungkinkan orang dapat menemukan berbagai alternatif dalam pemecahan masalah
3. Kreativitas dapat memberikan kepuasan hidup, dan
4. Kreativitas memungkinkan manusia meningkatkan kualitas hidupnya. Dari segi kognitifnya, kreativitas merupakan kemampuan berfikir yang memiliki kelancaran, keluwesan, keaslian, dan perincian.
Sedangkan dari segi afektifnya kreativitas ditandai dengan motivasi yang kuat, rasa ingin tahu, tertarik dengan tugas majemuk, berani menghadapi resiko, tidak mudah putus asa, menghargai keindahan, memiliki rasa humor, selalu ingin mencari pengalaman baru, menghargai diri sendiri dan orang lain, dan sebagainya.
Karya-karya kreatif ditandai dengan orisinalitas, memiliki nilai, dapat ditransformasikan, dan dapat dikondensasikan. Selanjutnya kemandirian sangat diperlukan dalam kehidupan yang penuh tantangan ini sebab kemandirian merupakan kunci utama bagi individu untuk mampu mengarahkan dirinya ke arah tujuan dalam kehidupannya. Kemandirian didukung dengan kualitas pribadi yang ditandai dengan penguasaan kompetensi tertentu, konsistensi terhadap pendiriannya, kreatif dalam berfikir dan bertindak, mampu mengendalikan dirinya, dan memiliki komitmen yang kuat terhadap berbagai hal.

3 PENERAPAN TIK DALAM E-ADMINISTRASI
Dalam pendidikan, waktu merupakan unsur penting dalam menjamin mutu pendidikan. Tidak berlebihan jika waktu dikatakan unsur penting. Kenapa? karena dengan memanfaatkan waktu dengan sebaik-baiknya efisiensi kerja lebih mudah tercapai. Salah satu contoh yang selama ini pernah kita alami adalah dari segi non akademis yaitu administrasi. Kadang kala harus mengantre alam dalam pembayaran SPP. Begitu juga pada saat pendaftaran siswa baru. Kadankala jumlah ribuan siswa/mahasiswa baru harus mengantre untuk melakukan registrasi. Jadi terbayang sudah berapa lama harus menyediakan waktu dan mengorbankan pekerjaan lainnya.
Pengertian Administrasi Perkataan administrasi berasal dari bahasa latin yaitu “administrare”. Dalam bahasa Inggris perkataan administrasi itu adalah administration, yang dalam bahasa Indonesia mengandung arti melayani, memenuhi, mengatur, menyelenggarakan, suatu usaha atau suatu organisasi/lembaga dalam mencapai tujuannya secara intensif. Administrasi dapat diartikan sebagai usaha bersama untuk mendayagunakan semua sumber baik personil maupun meteril secara efektif dan efisien untuk mencapai tujuan tertentu.
Pengertian Komputerisasi adalah “Pengembangan dari suatu system yang mulanya tidak menggunakan komputer menjadi sistem yang menggunakan komputer system manual atau penggunaan manusia lebih tidak efisien dan tidak efektif dikarenakan memakan banyak waktu dan biaya untuk mengatasinya digunakan tenaga mesin berupa penggunaan komputer guna penghematan biaya dan dapat menyelesaikan pekerjaan secara tepat waktu” Jadi administrasi komputerisasi adalah usaha untuk mendayagunakan semua sumber daya berupa personil maupun materil untuk penyelengaraan suatu tujuan tertentu dengan bantuan perangkat/mesin yang disebut dengan komputer, guna mempercepat, mempermudah dan penghematan biaya dan waktu.
Ruang Lingkup Administrasi Sekolah Kegiatan administrasi sekolah dilakukan oleh Tata Usaha yang berfungsi sebagai administrator yang fungsinya mencatat secara rapi dan teratur, dapat mengetahui keadaan perlengkapan/barang dalam waktu singkat dan mengaitkan kebutuhan barang yang diperlukan. Bila dilihat dari tujuan administrasi, ruang lingkup dan prinsip-prinsip administrasi yang baik maka kegiatan administrasi yang dilakukan dalam upaya pencapaian tujuan pendidikan di sekolah dapat berjalan lancar bila ditunjang oleh sistem administrasi yang baik, sarana memadai, sumber daya manusia siap pakai dan yang paling penting adalah berkesinambungan.
Tujuan Administrasi Sekolah Tujuan administrasi adalah melaksanakan usaha-usaha tertentu agar dapat terlaksana sesuatu usaha dengan tujuan tersebut.
Administrasi sebagai suatu pengumpulan dan penyelesaian masalah operasional yang dihadapi sehari-hari di sekolah meliputi komponen-komponen sebagai berikut:

1. Program
2. Pengajaran
3. Kesiswaan
4. Kepegawaian
5. Perlengkapan / barang
6. Keuangan
Dalam pelaksanaan administrasi yang dilakukan dalam upaya pencapaian tujuan pendidikan di sekolah mempunyai tiga prinsip yaitu:
1. Administrasi harus bersifat praktis, dapat dikerjakan dengan mempertimbangkan situasi dan kondisi nyata di sekolah.
2. Administrasi harus bersifat sebagai sumber informasi bagi pengembangan pengelolaan pendidikan dan peningkatan proses kegiatan belajar mengajar.
3. Administrasi dilaksanakan melalui suatu sistem dan mekanisme kerja yang menujang pelaksanaan program kegiatan belajar mengajar di sekolah
Untuk itu TIK memegang peranan yang sangat vital dalam hal adminstrasi. Berikut akan diuraikan contoh-contoh penerapan TIK dalam E-Administrasi sebagai berikut:
1. Pembayaran SPP mahasiswa melalui Mobile Banking. Dengan layanan ini, mahasiswa/siswa tidak perlu mengantre untuk berjam-jam untuk mebayar SPP. Cukup dengan menstransfer melalui bank yang dipercaya.
2. Pendaftaran Online. Dengan layanan ini memungkin calon mahasiswa dapat mendaftar universitas tanpa harus datang. Pendaftaran dapat dilakukan kapanpun dan dimanapun.
3. Absensi finger print. Absensi ini menggunakan scaner yang sudah banyak disediakan oleh fendor. Dengan layanan ini para staf pegawai tidak perlu repot-repot membuat form absen yang selama ini masih bisa dimanipulasi. Dengan menggunakan sidik jari, otomatis yang tidak bisa diwakilkan dan status bolos maupun terlambat sudah dapat di catat.
4. Heregitrasi online. Dengan layanan ini mahasiswa dapat merencanakan studi pada semester selanjutnya dimanapun tanpa harus mengantre mengambil form secara manual. Selain itu, mahasiswa juga dapat melihat perolehan nilai akhir dengan mengkases situs kampus yang sudah tersedia.
Dari sekian banyak jenis layanan yang merupakan penerapan TIK, contoh diatas merupakan sebagian kecil saja. Tidak semua aspek dapat dilakukan secara online. Beberapa hal dalam pengurusan administrasi harus dilakukan secara online. Contohnya adalah dalam hal penandatangan oleh dosen maupun kegiatan wawancara.
Selain itu, ada beberapa langkah yang diperlukan dalam perencanaan membangun jaringan komputer untuk e-pembelajaran dan e-administrtasi adalah sebagai berikut:
1. Pendekatan Emerging dicirikan dengan pemanfaatan TIK oleh sekolah pada tahap permulaan. Pada pendekatan ini, sekolah baru memulai membeli atau membiayai infrastruktur TIK, baik berupa perangkat keras maupun perangkat lunak. Kemampuan TIK guru-guru dan staf administrasi sekolah masih berada pada tahap memulai eksplorasi penggunaan TIK untuk tujuan manajemen dan menambahkan TIK pada kurikulum. Pada tahap ini sekolah masih menerapkan sistem pembelajaran konvensional, akan tetapi sudah ada kepedulian tentang bagaimana pentingnya penggunaan TIK tersebut dalam konteks pendidikan.
2. Pendekatan Applying dicirikan dengan sudah adanya pemahaman tentang kontribusi dan upaya menerapkan TIK dalam konteks manajemen sekolah dan pembelajaran. Para tenaga pendidik dan kependidikan telah menggunakan TIK untuk tugas-tugas yang berkaitan dengan manajemen sekolah dan tugas-tugas berdasarkan kurikulum. Sekolah juga sudah mencoba mengadaptasi kurikulum agar dapat lebih banyak menggunakan TIK dalam berbagai mata pelajaran dengan piranti lunak yang tertentu.
3. Pendekatan Infusing menuntut adanya upaya untuk mengintegrasikan dan memasukkan TIK ke dalam kurikulum. Pada pendekatan ini, sekolah telah menerapkan teknologi berbasis komputer di laboratorium, kelas, dan bagian administrasi. Guru berada pada tahap mengeksplorasi cara atau metode baru di mana TIK mengubah produktivitas dan pekerjaan profesional mereka.
4. Pendekatan Transforming dicirikan dengan adanya upaya sekolah untuk merencanakan dan memperbaharui organisasinya dengan cara yang lebih kreatif. TIK menjadi bagian integral dengan kegiatan pribadi dan kegiatan profesional sehari-hari. Fokus kurikulum mengacu pada learner-centered (berpusat pada peserta didik) dan mengintegrasikan mata pelajaran dengan dunia nyata. TIK diajarkan sebagai mata pelajaran tersendiri dengan level profesional dan disesuaikan dengan bidang-bidang pekerjaan. Sekolah sudah menjadi pusat pembelajaran untuk para komunitasnya.
Kendala Administrasi Di Sekolah Pengelolaan administrasi tanpa bantuan suatu teknologi akan sangat tidak efisien dan membuang-buang biaya serta waktu percuma hanya untuk mengerjakan suatu pekerjaan sepele. Dengan adanya teknologi khususnya komputer pekerjaan administrasi akan sangat terbantu dan waktu dan biaya pun akan dapat dipergunakan secara efisien. Namun kendala bagi sekolah yang tidak memiliki sarana penunjang berupa komputer dan sumber daya manusia yang memadai dalam hal penanganan administrasi di sekolah. Karena dengan dua hal tersbut kelancaran administrasi akan berjalan secara efisien.
Ada beberapa faktor kendala penanganan administrasi yang dihadapi sebuah lembaga sekolah dalam hal administrasi komputerisasi:
1. Tidak adanya saran komputer. Komputer merupakan sarana penting yang tidak bisa diganti dengan sarana yang lain. Karena dengan komputer pekerjaan dapat dikerjakan dengan mudah dan cepat. Bisa dibayangkan bagaimana pengolahan administrasi hanya menggunakan mesin TIK jaman dulu. Berapa jumlah waktu dan biaya akan terbuang hanya untuk mengerjakan pembuatan daftar siswa.
2. Tidak adanya sumber daya manusia yang memadai. Sumber daya manusia juga tidak kalah penting dalam hal penanganan administrasi di sebuah lembaga pendidikan, karena tanpa ada seorang operator yang siap pakai dan bisa menggunakan komputer maka mustahil pekerjaan administrasi dapat terselesaikan dengan cepat, tepat dan baik.
3. Tidak sanggupnya sekolah menyediakan computer. Banyak sekolah yang belum sanggup membeli sebuah komputer dengan alasan dana yang tidak ada. Sehingga untuk menyelesaikan administrasinya sebuah sekolah harus mengeluarkan dana lebih untuk membayar jasa pengetikan ke sebuah rental komputer.

4. KESIMPULAN
Dari pembahasan diatas dapat di simpulkan sebagai berikut:
1. Kemajuan teknololgi tidak bisa di hindari mau tidak mau teknologi akan mengantikan pekerjaan manusia jika kita tidak sigap dan cepat menyusuaikan diri maka kita akan ketinggalan jauh sebab setiap hari perubahan itu terjadi.
2. Keniscayaan penerapan TIK (teknologi informasi dan komunikasi) sebagai E-learning dalam bidang pembelajaran menjadi keharusan yang mendesak agar peserta didik dapat mengakses ilmu pengetahuan dengan luas dimanapun mereka berada. Karena dengan adanya technology informasi dan komunikasi membuat dunia bagai tanpa jarak lagi.
3. Penerapan E–Administrasi sangat penting dalam mendukung mutu pendidikan karena efiesinsi sehingga semua pekerjaan dapat terselesaikan dengan cepat.

DAFTAR PUSTAKA
Abraham Lee, B. & William Lawrence. 2009. Electronic discourse in language learning and language teaching. John Benjamins publishing Company.Amsterdam/Philadelpia.
Dantes, N. 2008. Pendidikan Teknohumanistic.Makalah.Universitas Pendidikan Ganesha.Singaraja Bali.
Djohar, As’ari. 2007. Pendidikan Teknologi dan Kejuruan. Tim Pengembangan Ilmu Pendidikan FIP-UPI.IMTIMA. Jakarta
http://www.seameo.org/vl/library/dlwelcome/publications/report/hom/21hom/proceed2.htm.diaksess, tanggal 13 Desember 2011
Mahendra, Jaka. 2011. Peran TIK dalam E- Pembelajran dan e-adiministrasi. Diakses di http://moodeveryday.wordpress.com/2011/08/29/peranan-tik-untuk-e-pembelajaran-dan-e-administrasi. tanggal 13 Desember 2011