8.26.2008

Siswa Mulai Berani Demo..!!


Tiba-tiba di luar kantorku terdengar ada yang orasi fikirku Mahasiswa sudah ini.ternyata setelah saya keluar saya melihat bukan mahasiswa tetapi memakai seragam abu dan putih.ternyata itu siswa-siswi SMA Wanasaba yang berjumlah ratusan datang ke dinas P D K Kab Lotim. menuntut supaya dinas P d K Mencabut jabatan kepala sekolahnya, karena mereka mengangap kepala sekolahnya tidak educated, mereka sering disumpah serapah, dibilang anjing, babi sama kepala sekolahnya, puncak kemarahan mereka kemaren ketika mereka Apel Pagi kepala sekolahnya ngomel lagi kepada siswa-siswinya dengan sumpah serapah menurut penjelasan muridnya yang temui di dinas p d k. wah apa kepala sekolahnya streess kali ya...??
wajar anak-anak marah, sebab mereka semuanya sudah melek, dan kritis, dan saya dukung pergerakan mereka hal itu juga melanggar UUPA. saya berharap guru tidak memberikan kata kasar kepada muridnya, tidak menghina, mendiskriminasikan anak-anaknya antara kaya dan miskin. Bagimana pendapat anda, apa anda mendukung siswa sudah mulai bisa demo.? apakah itu tidak sopan?.taruh aja dikomentar ya..

21 komentar:

The_Phenomenon mengatakan...

Bener mas.
Neh jaman udah bukan jamannya para orang atas doang. Kita harus kritis terhadap kesewenang2an.

Kristina Dian Safitry mengatakan...

pertama(kah?)

kadang heran juga nih aku. dewasa ini kok masih banyak murid mengalami diskriminatif. jika sampai terjadi aksi unjuk rasa murid,menurutku wajar adanya.

Bunda Rierie mengatakan...

itu baru namanya negara demokrasi... berani bersuara..tp kadang2 kasian udh capek2 demo ehhh enggak di tanggepin yach..

ugiq mengatakan...

siswa udah bs mulai demo? Mantabz kang! Makin berani aja tu siswa,,, n wajar kang, n Kasek nya yg kurang ajar. Perlu di ajar oleh siswanya...

Gmn kang, kita ikut hajar yuk Kasek nya... he.. :)

cahpesisiran mengatakan...

bagus juga, berani menyampaikan aspirasi. asal berdemo dengan cara yang baik aja sih.
ttg kepala sekolah, wah kalo sampai mengumpat dengan kata2 kasar begitu sama murid2 nya, itu memang ga layak lah jadi kepala sekolah.

Ryan mengatakan...

sebenernya se bagus kalo menurut gw
tapi yo mbok yg sopan
pelajar kok kayak gitu
kan bisa dirundingkan baik2

Mama Shasa Shahira mengatakan...

Sebenernya gak apa2 siwa demontrasi.. yang penting gak anarkis.. apalagi kl menghadapi kesewenang-wenangan.. emang harus di demo dulu baru ada perubahan..

erwin mengatakan...

wah2 jadi guru koq ga ngajarin muridnya yg benr..wah gimana nasib indonesia

Fajar Indra mengatakan...

simbol kebebasan kali mas... atau hasil karya simbah Paulo Freire? huehuehue

Joell de Franco mengatakan...

Wah kalo saya pribadi sih bukannya mendukung, tapi memaklumi...bukankah itu pertanda yang baik? siswa2 seumuran mereka sudah mulai berani menyuarakan hak2nya...
Ya semoga saja tidak ada yang menunggangi aksi mereka itu.

FMN UIN Sokidjo Jogjakarta mengatakan...

Ketika penindasan menjadi kebudayaan maka perlawan menjadi kebenaran!
salut untuk kawan2 SMA Wanasaba, smoga slalu kritis.

Afif Amrullah mengatakan...

Tunduk tertindas atau bangkit melawan karena diam adalah sebuah penghianatan.semoga kesadaran kritis kawan2 SMA Wanasaba bisa lebih diarahkan untuk menolak RUU BHP yang sangat merugikan pendidikan Indonesia.

apiscerana mengatakan...

sekarang zaman democrazy, siswa aja udah berani demo..
asal gak anarkis ya gak apa lah...

Jonny mengatakan...

Saya rasa, para siswa sma dewasa ini telah mencapai tahap kemerdekaan yang sesungguhnya. Kemerdekaan berpendapat, bersuara, yang selama ini sudah diatur dalam UUD namun kenyataannya masih berselubung aturan yang mengikat mereka. Demo mereka adalah cerminan keterbukaan pikiran mereka, untuk menuntut apa yang menjadi hak mereka, ketika mereka telah menyelesaikan apa yang menjadi kewajiban mereka *kecuali kalo ada yang demo penurunan kepala sekolah, tapi dianya suka bolos dan gak pernah bikin pr ya ditimpuk aja sekalian). Selama tidak anarkis dan childish, saya rasa itu merupakan kemajuan yang berarti bagi kualitas sumber daya manusia kita. *Atau emang orang dasar orang Indonesia yang pinter ngeyel aja? Wkwkwkwk*

Hellen mengatakan...

Gpp sih Selama tertib dan bukan demo ikut2an yang gak jelas dan hanya membuat kericuhan dengan tindakan anarksis.
Soal gurunya itu kembali pada orangnya. Layak kah figur seorang pendidik jika demikian..? jangan karena etikanya dia yang minus mencoreng figur guru.

utti mengatakan...

wajar banged ko yg plng pnting kgk b'tindak anarksis,klu kpala s'kolah b'tindak s'wenang2 ya kudu d demo, ah pokonya mah sayah setujuuu lah :D

Iksan mengatakan...

om...om.....word verifikasinya tolong di hapus yak

Mohamad Ary Fonda mengatakan...

Mantaff...memang sudah waktunya bagi Bangsa ini untuk dapat menungkapkan Isi Hatinya tanpa memandang dia itu siapa.....hebattt (acungi 2 jempol)

`.¨☆¨geLLy¨☆¨.´ mengatakan...

hEee aku jd ingt pernah demo juga -_-" soal minta biaya tp ga' jelas kegunaannya... :D

rezKY p-RA-tama mengatakan...

semua pada demo ya,,,,kenapa harus repot q loh seneng kalo demo,,,,,,,,demo masak tapi,,hehehe enak euy kenyang!

Riema Ziezie mengatakan...

smg obama ga mengadu domba bangsa lain spt presiden USA sblmnya dan tdk sok kuasa mentang-mentang negara adikuasa...btw ttg bapak mau nyalon presiden RI 2009 sudah ada tim seksesnya blm nih boleh daftar dunks he he he