8.23.2008

Tak Lupa Aku Buka......? Pukul 5 Sore..!!

Kalau lagi dirumah, aku selalu sempat menyaksikan sinema asyik di TPI, tentang kisah-kisah tauladan, bagiku itu adalah pengajian rutin , film lebih cepat dicerna, dengan ilustrasi yang menarik, terkadang menjadi inspirasi untuk selalu menjadi lebih baik, terkadang teman-teman saya mengangap apa yang saya tonton kolot, tapi tidak apalah...bagi saya menonton hal seperti itu membuat kita lebih mahhabah pada hal yang baik,, ketimbang sinetron yang hanya mengandalkan trens-trens yang kosong, glamor dan lain-lain.sampai hal ini saya posting ingin mengajak menonton sesuatu yang membuat kita bertambah lebih baik. metode dakwah melalui televisi memang sangat ampuh, tetapi tidak banyak televisi yang menampilkan hal seperti itu dengan alasan trens pasar...ada betulnya juga sih..hai,,,.kemaren saya nonton film yang berjudul Tukang Bubur Naik Haji jam Tayang : Jumat, 22 Agustus 2008, Pukul 15.30 WIB. Produksi : Sinemart. Pemain : Mat Solar, Nani Wijaya, Hana Hasyim
ceritanya beginin...
”Sulam, Sulam, Sulam.. !! Emak ingin naik haji”, teriak Emak ketika meminta naik haji pada anaknya Sulam. Terlebih lagi, setelah Emak melihat betapa tetangganya yang naik haji semuanya berubah. Menurutnya secara fisik dan mental, setelah naik haji mereka benar-benar berubah.

Mendengar keinginan sang ibu, Sulam hanya bisa bilang ”Insya Allah”. Maklum untuk naik haji butuh biaya besar, sedangkan Ia hanya penjual bubur ayam keliling. Itu sebabnya, semua tetangga yang mendengar keinginan Emak tersenyum sinis. Mereka menyepelekan kemampuan ekonomi Sulam. Mereka yakin Sulam tidak akan mampu memberangkatkan emaknya untuk pergi haji. Bahkan tetangga yang baru naik haji berani taruhan, Sulam tidak akan bisa menyamai statusnya sebagai keturunan haji di kampung itu.

Keinginan Emak naik haji akhirnya menjadi olok-olok warga kampung. Sulam dan istrinya hanya bisa pasrah. Tapi satu hal, Sulam mencoba menabung, ia sisihkan pengahasilan sebagai penjual bubur ayam di bank. Sedikit demi sedikit, yang pastinya butuh waktu sangat lama untuk bisa memberangkatkan Emaknya naik haji.

Olok-olok, sinisme dan cemoohan warga kampung semakin menghebat. Mereka bahkan sampai bergosip, Sulam akan menjual rumahnya demi memberangkatkan emaknya naik haji. Kalau tidak, Sulam akan meminta pinjaman ke bank untuk mendapatkan ongkos naik haji. Dan puncaknya adalah kehadiran seorang pegawai bank ke rumah Sulam. Warga mengira, rumah Sulam akan disita. Sulam dipanggil menghadap pihak bank.

Di bank, Sulam tidak bisa menguasai emosinya. Ia lunglai ketika pegawai bank mengatakan ia sebagai nasabah memenangkan hadiah mobil mewah. Bila diuangkan, hadiah Sulam sanggup memberangkatkan pergi haji tetangga-tetangganya. Namun ketika, Sulam pulang dalam keadaan lunglai, Emak dan istrinya malah mengira Sulam stress dan jiwanya tertekan. Emak memilih tidak memaksa Sulam memberangkatkan haji dirinya. Lho…!tapi ternyata sulam ingin mengajak sekeluarga naik haji...ALloh Akbar.. ternya setiap doa alloh sellau mendengar sehingga sulam dikasi rezeki minhaisu layah tasif


7 komentar:

sawa mengatakan...

Wah.. pertamax nich....

putrababel mengatakan...

salam kenal buat keluarga ''sasak''.allah mungkin memang selalu punya rencana sendiri buat hamba2nya yang memohon dan selalu berusaha dengan sungguh2, pertanyannya adalah sebenarnya sejauh mana Tuhan mempengaruhi jalan cerita setiap kehidupan hambanya???

Sinyo mengatakan...

Cerita yang mengharukan..
manusia hanya bisa berdo'a dan berikhtiar.

reanaclaire mengatakan...

hi..salam.. kunjungi ke sini dan koment pertama kali.. cerita ini memang mengharukan.. semoga berjaya....

Pemuda NW Lombok Timur mengatakan...

cerita ini menggambarkan apabila kita berbhakti dengan tulus kepada keuda orang tua kita maka Allah akan membalasnya dengan nikmat.

Enhal mengatakan...

saya cuma mau bilang..Nice artikel..maju terus bro

lita uditomo mengatakan...

jarang sempet nonton TV, makasih sdh sharing ya ;)